Pantauan Padang Ekspres Senin (11/3), di tujuh pintu masuk jalur ke Batusangkar mulai dari Ombilin, Setangkai, Tanjungbonai, Tanjungalam, Simpang Kubu Kerambil, Padangganting, ditemukan titik jalan rusak dengan kondisi berlubang dan susah dilalui.
Artinya, kondisi jalan berlubang ditemukan nyaris di tiap nagari yang ada di Tanahdatar. Baik itu di ruas jalan Batusangkar-Payakumbuh, Batusangkar-Sitangkai, maupun Lintau-Payakumbuh, pasti terdapat lubang yang lebar dan dalam di badan jalan.
Jalanan berlubang dengan diameter cukup besar membuat kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati. Di sejumlah titik jalan rusak diperparah dengan tidak adanya penerangan di malam hari, sehingga tidak jarang terdengar benturan kendaraan yang melintas saat masuk lubang.
Lebih-lebih di musim penghujan saat ini membuat lubang-lubang yang menganga di permukaan jalan kondisinya tergenang air sehingga sulit terdeteksi. Curah hujan yang tinggi juga memicu kerusakan lebih parah lantaran aspal dan material jalan banyak hanyut terkikis.
Sejumlah pengguna jalan pun mengeluhkan buruknya akses provinsi itu. Rata-rata mereka menyebut kerusakan itu sudah berlangsung lama dan perbaikannya dinilai mendesak karena bisa mengancam keselamatan mereka setiap saat.
Bahkan untuk menunjukkan bentuk protes dan kekecewaan, ada lubang jalan yang ditanami pisang oleh warga dengan harapan adanya perhatian serius dari pemerintah provinsi. Ada juga yang dengan inisiatif menimbun lubang, hanya saja tak bertahan lama, sebab kembali terkikis oleh hujan.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Tanahdatar, Refdizalis mengaku, terkait jalan rusak tersebut memang sering dikeluhkan pengendara yang melintas. Terkait hal itu Pemkab Tanahdatar sendiri telah beberapa kali melayangkan surat ke Pemprov Sumbar berisi permintaan perbaikan jalan.
“Tidak hanya mengirimkan surat, kita juga sudah mendatangi langsung ke provinsi membawa aspirasi terkait permintaan perbaikan jalan di Tanahdatar ini,” katanya, kemarin.
Ia membeberkan, pada rapat koordinasi Bidang Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang se-Sumbar pada 5 Maret lalu, semua ruas jalan provinsi tetap diusulkan pada tahun anggaran 2025 dan 2026. Tahun ini katanya, Pemprov akan melakukan rehab dan perbaikan jalan untuk ruas jalan provinsi yang rusak berat.
Di antaranya menyasar ruas jalan Simpang Baso-Batas Batusangkar, ruas jalan Batusangkar-Ombilin, ruas jalan Guguak Cino-Sitangkai dan ruas jalan Kubu Kerambil-Batusangkar.
Sementara itu, Bupati Tanahdatar Eka Putra mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperjuangkan perbaikan ruas jalan rusak di Tanahdatar. Selain berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar, pihaknya juga sudah mendatangi langsung Kementerian PUPR terkait perbaikan jalan.
“Kami tidak tinggal diam, meskipun kewenangannya ada di provinsi, tapi kami juga melakukan jemput bola ke pusat. Tahun lalu kita dapat perbaikan jalan provinsi melalui dana Inpres dari Presiden, semoga tahun ini kita kembali mendapatkannya,” kata dia. (stg)
Editor : Novitri Selvia