Imbauan yang dikeluarkan pada Sabtu (6/12/2025) pukul 18.40 WIB tersebut, disampaikan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem di sejumlah daerah dalam beberapa hari ke depan.
Menurut Eka Putra, hujan dengan intensitas tinggi diprediksi terjadi di beberapa wilayah Tanahdatar. Selain itu, peningkatan debit air juga terpantau di Kota Padang, Kabupaten Agam, serta sejumlah daerah lain yang sebelumnya terdampak banjir bandang.
“Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG bahwa akan terjadi hujan lebat di beberapa daerah di Tanahdatar. Di Kota Padang, Kabupaten Agam, dan daerah lain, debit air kembali naik dan terjadi banjir bandang,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Untuk itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan bencana seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, tebing, serta daerah yang berpotensi longsor.
Eka Putra meminta warga segera melakukan evakuasi mandiri jika situasi di sekitar rumah menunjukkan tanda-tanda bahaya.
“Segera menjauh dari bantaran sungai jika debit air mulai naik, air berubah warna menjadi keruh, atau terdengar suara gemuruh dari hulu,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat memantau pergerakan tanah, termasuk munculnya retakan baru, tiang listrik atau pohon yang tiba-tiba miring, serta suara runtuhan kecil.
"Jika menemukan tanda-tanda tersebut, warga diminta segera melapor kepada aparat nagari atau petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," ujarnya.
Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, pakaian, obat-obatan, senter, serta kebutuhan darurat lainnya untuk mengantisipasi kondisi yang berkembang cepat.
Pemerintah daerah juga menegaskan agar masyarakat tetap mengikuti arahan pemerintah nagari, perangkat jorong, dan BPBD, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Mari kita tetap tenang namun waspada. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari bencana,” ujar Eka Putra.
Imbauan ini dikeluarkan untuk memastikan masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang kembali meningkat di wilayah Sumatra Barat, khususnya di Tanahdatar dan daerah sekitarnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto