Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Wabup Tanahdatar Perkuat Sinergi TPID, Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok Pascabencana

Heri Sugiarto • Kamis, 11 Desember 2025 | 21:13 WIB

Wabup Tanahdatar Ahmad Fadly mengikuti High Level Meeting TPID Sumbar secara virtual membahas dampak hidrometeorologi dan stabilisasi harga.(Foto: Prokopim)
Wabup Tanahdatar Ahmad Fadly mengikuti High Level Meeting TPID Sumbar secara virtual membahas dampak hidrometeorologi dan stabilisasi harga.(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Wakil Bupati (Wabup) Tanahdatar Ahmad Fadly, mengikuti High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan IV Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat (Sumbar) secara virtual di Aula Sekretaris Daerah Tanahdatar, Kamis (11/12/2025).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi yang mewakili Gubernur Sumbar, didampingi Kepala Biro Perekonomian Setda Sumbar serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Pertemuan tersebut berfokus pada evaluasi kinerja TPID di seluruh daerah dalam merespons kondisi terkini, terutama dampak bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Sumbar.

Dalam pembahasan, TPID mengevaluasi pengaruh bencana hidrometeorologi terhadap stabilitas harga dan pasokan bahan pangan.

Selain itu, rapat turut membahas langkah antisipatif menghadapi Hari Besar Nasional (HBN), khususnya perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 yang berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat.

Usai mengikuti pertemuan, Wabup Ahmad Fadly menyampaikan bahwa seluruh kabupaten dan kota di Sumbar, termasuk Tanahdatar, terdampak langsung maupun tidak langsung oleh bencana hidrometeorologi yang memicu kenaikan sejumlah komoditas.

“Pembahasan pada TPID juga menyusun langkah untuk menstabilkan lonjakan harga yang terjadi di tengah masyarakat saat ini,” ujar Ahmad Fadly.

Ia menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam merumuskan strategi pengendalian inflasi daerah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok, terutama menjelang Nataru 2026.

“Pada kegiatan ini dibahas bagaimana memperkuat sinergi pemerintah dari provinsi hingga kabupaten/kota di Sumbar dalam mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok yang diakibatkan hidrometeorologi,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bappeda Litbang Tanahdatar Adryanti Rustam, Kepala Bagian Perekonomian Setda Tanahdatar Franky Adi Thama, serta OPD terkait lainnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#dampak bencana #harga bahan pokok #TPID Sumbar #Ahmad Fadly