Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BNPB Salurkan Bantuan Rp223 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Tanahdatar

Safrizal Putra • Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:18 WIB
(DOKUMENTASI PEMKAB TANAHDATAR)
(DOKUMENTASI PEMKAB TANAHDATAR)

PADEK.JAWAPOS.COM--Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan logistik darurat serta Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp223.450.000 untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, Jumat (15/5/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respons cepat pemerintah pusat dalam mendukung penanganan darurat bencana yang masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Staf Fungsional BNPB, Yustam, kepada Bupati Tanahdatar, Eka Putra, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Tanahdatar, dr. Ermon Revlin, di Gedung Indojolito Batusangkar.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Solok-Padang, Pasutri Tewas dan Anak Luka Berat Diseruduk Truk

Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan cepat Pemerintah Kabupaten Tanahdatar terkait bencana banjir dan longsor yang melanda daerah itu sejak 12 Mei 2026 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Yustam menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Tanahdatar dalam menangani dampak bencana.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Bupati Eka Putra dalam penanganan bencana ini. Hari ini BNPB menyerahkan bantuan logistik darurat serta dana siap pakai sebesar Rp223.450.000 untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak pascabencana,” ujar Yustam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini 16 Mei 2026: Padang Berawan, Bukittinggi Diguyur Hujan

Adapun bantuan logistik yang disalurkan BNPB terdiri dari 200 paket sembako, 150 paket makanan siap saji, 50 paket hygiene kit, 200 lembar matras, 100 lembar terpal, serta 200 lembar selimut.

Selain bantuan dari BNPB, dukungan kemanusiaan juga mulai berdatangan dari berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, BUMD, kelompok masyarakat hingga komunitas perantau Minang.

Usai penyerahan bantuan, Yustam bersama Bupati Eka Putra dan Wakil Bupati Ahmad Fadly langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak untuk melihat kondisi kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor.

Baca Juga: Dari Kuli Pasir hingga Panggung Hoegeng Awards 2026: Rekam Jejak Dedikasi dan Sisi Kemanusiaan David WW

Dalam peninjauan tersebut, BNPB menyatakan akan melakukan pendampingan intensif terhadap pemerintah daerah, khususnya terkait penanganan kerusakan fasilitas publik.

“Apa yang kami lihat di lapangan dan bagaimana langkah penanganannya nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan,” kata Yustam saat berada di lokasi bencana.

Sementara itu, Bupati Tanahdatar, Eka Putra, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi tersebut dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Tanahdatar sejak 12 Mei 2026 pukul 14.00 WIB hingga keesokan harinya.

Baca Juga: BELASAN SISWA SMA MASUK HUTAN

Hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah kecamatan, di antaranya Padang Ganting, Tanjung Emas, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Sungai Tarab, dan Salimpaung.

“Malam harinya kami langsung menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda dan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, sekaligus berkoordinasi dengan BNPB Pusat dan Kementerian PUPR,” jelas Eka Putra.

Berdasarkan data pemerintah daerah, bencana tersebut mengakibatkan 14 rumah mengalami rusak berat dan 60 rumah rusak sedang. Selain itu, ratusan hektare sawah warga terendam banjir.

Baca Juga: Wisata Budaya Pacu Jawi Cubadak Aia Payakumbuh Utara: Ibarat Gadis Menunggu Belaian

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur transportasi. Sebanyak 10 jembatan dilaporkan hanyut atau rusak akibat terjangan arus, sehingga sempat mengisolasi sekitar 80 kepala keluarga di beberapa wilayah.

Meski demikian, Eka Putra memastikan akses masyarakat yang sebelumnya terputus kini mulai dapat dilalui melalui jembatan darurat yang dibangun secara gotong royong oleh masyarakat bersama unsur terkait.

“Alhamdulillah, berkat gerak cepat seluruh unsur terkait, saat ini akses masyarakat yang sebelumnya terisolasi sudah dapat dilalui melalui jembatan darurat yang dibuat oleh masyarakat secara bergotong royong,” ungkapnya.

Baca Juga: Sambareh Pariaman Tetap Diburu, Kuliner Tradisional Ini Ludes Sebelum Pukul 09.00 WIB

Bupati juga menyebutkan bahwa tim BNPB bersama satuan Zeni Tempur (Zipur) telah menyelesaikan survei lapangan untuk pembangunan jembatan darurat permanen sementara guna memperlancar distribusi logistik dan aktivitas warga.

Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Tanahdatar juga mulai menyiapkan solusi hunian bagi warga yang rumahnya rusak berat akibat bencana.

Eka Putra menjelaskan terdapat dua skema yang disiapkan pemerintah, yakni relokasi hunian mandiri dan pembangunan hunian tetap terpadu.

Baca Juga: Tertawa Disebut Bisa Tingkatkan Imunitas

“Kami ada dua metode. Pertama relokasi untuk hunian mandiri, di mana tanah disiapkan oleh keluarga korban yang rumahnya hanyut atau rusak berat. Kedua hunian tetap, di mana pemerintah menyiapkan tanah dan rumahnya,” terang Eka Putra.

Untuk lokasi hunian tetap terpadu, pemerintah daerah merencanakan pembangunan di kawasan Rambatan, lokasi yang sebelumnya juga digunakan untuk program serupa.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

Baca Juga: Masyarakat Mulai Berhemat Akibat Harga Pangan Naik, Alarm Bahaya Ekonomi Jangka Panjang

“Mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada,” pungkas Eka Putra.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tanahdatar, Dedi Tri Widono, mengungkapkan adanya peningkatan data kerusakan pada sektor irigasi.

Berdasarkan data BPBD Tanahdatar, jumlah daerah irigasi yang mengalami kerusakan meningkat signifikan dari 15 titik pada Jumat pagi menjadi 58 titik pada Jumat sore.

Baca Juga: RSUP Dr. M. Djamil Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Pelayanan dan Inovasi Medis

Sedangkan data kerusakan lain hingga Sabtu (16/5/2026) pagi dilaporkan masih dalam tahap pendataan dan verifikasi oleh tim gabungan di lapangan. (*)

Editor : Adetio Purtama
#bnpb #bantuan korban banjir #tanahdatar #longboat