Kemudian dari pemerintah menegakkan aturan dan mengantisipasi terjadinya bahaya. Serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mudik. Hal tersebut disampaikan Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman Sumbar Adel Wahidi kepada Padang Ekspres, kemarin.
“Berdasarkan catatan sebelumnya, sosialisasi sangat penting diberlakukan agar seluruh masyarakat dapat mengikuti one way ini dan tidak ada yang melawan arus,” katanya lagi. Jadi, tekannya, pemerintah harus lebih memberikan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat Sumatera Barat.
Termasuk juga masyarakat di luar Sumatera Barat yang hendak mudik ke kampungnya. Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat pastinya akan lebih tahu sehingga seluruh masyarakat juga turut mengikuti aturan yang telah berlaku yakni alur satu arah ini.
Terpisah pengamat transportasi Yostrizal berharap agar masyarakat Sumbar dapat mematuhi kebijkan ini. Dia pun berharap masyarakat yang tinggal dan menetap di Sumatera Barat untuk sementara menahan diri agar tidak mengikuti atau pergi ke tempat-tempat liburan. Namun terlebih dahulu membiarkan para perantau menikmati masa liburan mereka.
Nah terkait uji coba sistem satu arah dua hari lalu, dia mengungkapk, masih ada kemacetan di beberapa titik seperti di Padanglua, Kabupaten Agam. Kemudian, didapatkan juga ada beberapa kendaraan yang melawan arus.
Hal ini, sebutnya, sangat membahayakan para pengendara kendaraan itu sendiri. Sebab itu, sambungnya, aparat yang harus lebih bekerja keras untuk mengurai kemacetan. Kemudian sebisa mungkin untuk menindak kendaraan yang melawan arus tersebut.
Ketua DPD Organda Sumbar Imral Adenansi menilai, one way menjadi pilihan terbaik yang ada saat ini untuk mengatasi persoalan kemacetan di ruas jalan Padang-Bukittinggi saat libur Lebaran. “Karena memang tidak ada pilihan lain,” sebutnya. Menurutnya, ini juga akibat dari terlambatnya pembangunan tol.
Namun dia mengingatkan, potensi longsor yang ada di Malalak. Sehingga pengawasannya harus dilebihkan. “Secara kontur Malalak sangat labil. Sehingga ketika terjadi hujan, maka akan (berpotensi) terjadi longsor,” ujarnya. “Baiknya, di Malalak itu harus ada dua alat berat,” tekannya.
Kepala Dinas PUPR Sumbar Era Sukma menjelaskan, ada dua titik longsor yang menjadi perhatian di jalur via Malalak. Yakni kilometer 88 dan 81. “Kalau di Malalak memang ada dua titik rawan longsor. Dan ini sudah kita tangani selama satu bulan. Mudah-mudahan tuntas, sekarang kita antisipasi dengan menyiapkan dua alat berat,” katanya.
Selain menyediakan dua alat berat, pihaknya juga membuat bronjong yang akan menahan terjadinya longsor. “Dan juga karena sering terjadi longsor, kita akan buat bronjong juga, makanya kita buat pelebaran jalan. Nanti usai pelebaran dan pembuatan bronjong akan langsung kita aspal,” ujarnya.
Ia berharap mudah-mudahan menjelang H-3 pengerjaan jalan bisa selesai. “Supaya lalu lintas nantinya berjalan lancar dan kita berikan upaya maksimal agar one way ini terlaksana dengan baik,” tutupnya.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani menambahkan, untuk saat ini , rambu-rambu yang ada sudah cukup. Yang perlu ditambah lagi nantinya adalah petunjuk arah yang akan diselesaikan hingga H-3 jelang Lebaran.
“Dan Petugas kita juga cukup banyak. Makanya kita akan adakan rapat evaluasi dulu. Dimana akan memperbanyak petugas di Padanglua dan kita akan melibatkan kabupaten/kota juga,” sambungnya.
Terakhir, ia menuturkan bahwa kemacetan itu sudah pasti terjadi dan tidak dapat dihindari. Namun, bagaimana pun juga one way ini merupakan salah satu upaya paling tepat selepas disepakati bersama untuk mengatasi hal tersebut. (cr4/cr5) Editor : Novitri Selvia