Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sumbar Pacu Transformasi Ekonomi, Target Investasi Rp13,3 Triliun dan Peran CEO Daerah

Novitri Selvia • Kamis, 9 April 2026 | 11:49 WIB
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.

 
PADEK.JAWAPOS.COM-Percepatan transformasi ekonomi berbasis investasi menjadi arah pembangunan Sumbar pada tahun 2027. Kebijakan ini dirumuskan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Auditorium Gubernuran, Rabu (8/4).

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyatakan, tahun 2027 menjadi momentum penting untuk mendorong lompatan ekonomi daerah melalui pendekatan pembangunan yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

“Dengan semangat serempak bergerak, kita ingin memastikan pembangunan tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga: Program Bedah Rumah PT Semen Padang Wujudkan Hunian Layak bagi Warga Lambungbukit

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar menargetkan realisasi investasi mencapai Rp 13,3 triliun guna mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 6,9 persen, mendukung target nasional.

Menurutnya, strategi pembangunan akan bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu hilirisasi agroindustri, penguatan pariwisata dan ekonomi hijau, serta digitalisasi UMKM, dengan mitigasi bencana sebagai fondasi utama.

Mahyeldi juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi daerah, termasuk dampak bencana hidrometeorologi. Hingga akhir 2025, kerugian akibat bencana tercatat mencapai Rp 33,55 triliun, dengan wilayah terdampak utama seperti Padang, Agam, dan Padangpariaman yang merupakan kontributor signifikan terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga: Syekh Mohammad MT Al Khoory Jajaki Kerja Sama Kemanusiaan dengan Pemko Padang

Meski demikian, indikator makro menunjukkan capaian positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 berada di angka 77,27, di atas rata-rata nasional, sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 5,31 persen. Capaian ini menjadi modal penting untuk mendorong transformasi ekonomi ke depan.

Dalam arah kebijakan tersebut, Mahyeldi menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk berperan layaknya chief executive officer (CEO) yang pro-investasi. Ia menekankan pentingnya kepastian tata ruang, penyediaan lahan yang clean and clear, serta percepatan perizinan melalui sistem OSS.

Dari pemerintah pusat, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas Medrilzam, mendorong Sumbar untuk melakukan diversifikasi sumber ekonomi. Ia menilai selama ini perekonomian daerah masih bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.

Baca Juga: ASN Sumbar Wajib WFH Setiap Jumat, Gubernur Tegaskan Kinerja Berbasis Output

“Sumbar perlu memperluas sumber ekonomi dan tidak hanya bergantung pada satu sektor. Hilirisasi penting agar daerah tidak sekadar menghasilkan bahan mentah, tetapi juga produk turunan bernilai tambah,” ujar Medrilzam.

Ia juga mengingatkan potensi ancaman perubahan iklim, termasuk kemungkinan fenomena cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada sektor pertanian. Menurutnya, diperlukan langkah antisipatif dan sistem respons cepat di tingkat daerah.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian PUPR Krisno Yuwono menekankan pentingnya efisiensi investasi melalui penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas infrastruktur dasar, termasuk jalan daerah.

Baca Juga: Mentan Ungkap 3 Jurus Benahi Tata Kelola Gula Nasional

“Kemantapan jalan provinsi sudah mencapai 70,55 persen, namun jalan kabupaten/kota masih sekitar 53 persen. Data yang akurat penting agar alokasi anggaran tepat sasaran,” ujarnya.

Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin turut menekankan pentingnya pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan. Ia menyebut, meskipun ekonomi tumbuh, sektor konstruksi sempat mengalami kontraksi sehingga perlu perhatian khusus.

Secara keseluruhan, Musrenbang RKPD 2027 menyepakati bahwa arah pembangunan Sumatera Barat akan difokuskan pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi agroindustri, penguatan pariwisata, serta digitalisasi UMKM.

Baca Juga: Sumbar Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,9 Persen, Mahyeldi Dorong Investasi dan Hilirisasi

Seluruh strategi tersebut diarahkan untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. (adv)

Editor : Novitri Selvia
#pemprov sumbar #transformasi ekonomi #Musrenbang 2026 #mahyeldi ansharullah