Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ekspedisi Seven Summit West Sumatera Berlanjut ke Gunung Kerinci: Etape Keempat bakal Ditempuh Empat Hari Tiga Malam

Two Efly • Kamis, 23 April 2026 | 10:15 WIB
Two Efly salah seorang anggota Ekspedisi Seven Summit West Sumatera mempersiapkan diri untuk pendakian ke Gunung Kerinci beberapa waktu lalu.
Two Efly salah seorang anggota Ekspedisi Seven Summit West Sumatera mempersiapkan diri untuk pendakian ke Gunung Kerinci beberapa waktu lalu.

Catatan : Two Efly Wartawan Senior Padang Ekpres

PADEK.JAWAPOS.COM - Ekspedisi Seven Summit sudah memasuki etape keempat. Terbilang berat. Karena akan menjejakkan kaki di Gunung Kerinci dengan Puncak Indrapura-nya diketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di Sumatera, Kerinci merupakan gunung tertinggi. Kedua di Indonesia setelah Puncak Jaya, Papua. Itulah dasarnya Gunung Kerinci masuk dalam daftar Seven Summit Indonesia.

Gunung ini “pagar alam” antara Sumbar dan Jambi. Dapat ditempuh melalui dua jalur. Lewat Kecamatan Kersiktuo yang jadi primadona dan jalur menantang melalui Solok Selatan.

Kami akan naik via Kersiktuo pada hari ini (23/4). Mudah-mudahan cuaca bersahabat hingga saya, Azib Fattah Mandala Putra, Dani Fauzi, dan Habil menggapai Puncak Indrapura.

Sebelum melakukan pendakian, tim sudah mengumpulkan sejumlah informasi dan data-data penting. Mulai dari jalur pendakian, jarak tempuh, titik awal hingga titik pemberhentian.

Dalam manajemen perjalanan, kami mulai bergerak dari Pintu Rimba menuju Shelter 1 jelang siang. Targetnya, sampai pada sore hari.

Untuk mencapai Shelter 1, setiap pendaki mesti melewati tiga pos pendakian. Jarak tempuh antara Pos 1 ke Pos 2 lebih kurang 45-60 menit perjalanan dengan jarak tempuh 1 Km. Jalur di rute ini terbilang normal dan relatif landai.

Pos 1 Gunung Kerinci berada di ketinggian 1.910 mdpl dan Pos 2 (Batu Lumut) berada di ketinggian 2.010 mdpl. Sedangkan jarak dari Pos 2 menuju Pos 3 lebih kurang 50 - 65 menit perjalanan dengan jarak tempuh 1,5 Km. Dari Pos 3 menuju Shelter 1 Bangku Panjang 60-90  menit perjalanan dengan jarak perjalanan 2 Km.

Di Shelter 1 kami akan bermalam. Langkah ini diambil untuk mempersiapkan stamina sebelum masuk ke tanjakan panjang menuju Shelter 2. Rute ke Shelter 3 adalah rute terberat dan terpanjang. Diperkirakan dari Shelter 1 hingga ke Shelter 3 memakan waktu lebih kurang 6-7 jam perjalanan dengan jarak 3 KM.
Gunung Kerinci, selain tinggi dan treknya trek curam mendekati  puncak. Suhu di puncak juga sangat labil dan dingin. Untuk summit ini harus bergerak dini hari agar bisa masuk ke Tugu Yudha pagi hari.

Selambat lambatnya pukul 08.00 WIB kami sudah harus turun dari puncak. Sebab, menjelang siang asap belerang dari mulut kawah kian tebal dan kental. Ini bisa mengganggu pernafasan. Selain itu menjelang siang badai juga sering terjadi yang dapat menerbangkan bebatuan vulkanik kecil. Ini berbahaya bagi pendaki.

Selain asap belerang, tantangan terberatnya adalah cuaca dan suhu. Hujan dapat saja turun tanpa memberi tanda.

Didampingi Guide Lokal

Berbeda dengan gunung lainnya di Sumbar, untuk naik Kerinci wajib menggunakan guide lokal. Tim Seven Summit semenjak awal ekspedisi selalu menggunakan guide lokal. Langkah ini diambil agar mendapatkan rasa aman dan nyaman dalam pendakian.

Lihun Alfonso sebagai guide dan leader perjalanan mengungkapkan, Gunung Kerinci memiliki karakter yang berbeda dibandingkan gunung lain di Sumatera. Untuk mencapai puncak membutuhkan waktu relatif lama.

Estimasinya, pendakian dan turun ke Pintu Rimba memakan waktu 4 hari 3 malam. Malam pertama (Kamis malam) di rencana di shelter 1, malam kedua di Shelter 3 dan malam ketiga direncanakan di Shelter 1. Lengkapnya naik hari Kamis dan sampai kembali di Pintu Rimba (gerbang rimba, red) Kerinci Minggu siang (26/4).

Lihun mengatakan, untuk pendakian ke puncak Gunung Kerinci pihak pengelola (TNKS) sudah memiliki standar pperasional prosedur (SOP) yang jelas. Guide mustilah orang memahami medan dan punya lisensi. Satu rombongan maksimum 5 orang dan 1 pendamping.

Untuk memudahkan petualangan, sebelum pendakian, tim sudah mempersiapkan fisik dengan menggelar sejumlah latihan. Mulai dari jogging, angkat beban, hingga maraton, dan latihan naik turun tangga. Hampir setiap sore latihan kami gelar. Mudah-mudahan persiapan fisik dan mental ini meringankan beban tim dalam menjalankan misi Seven Summit West Sumatera.

Seven Summit sendiri sebuah misi perjalanan panjang. Sudah dimulai pada November 2024. Pendakian perdana ke Gunung Talang (2.597 mdpl). Gunung ini terletak di Kabupaten Solok).

Pendakian kedua ke Gunung Sago. Gunung vulkano ini terletak di tapal batas Kabupaten Limapuluh Kota dengan Kabupaten Tanahdatar. Pendakian ketiga ke atap Sumbar, Gunung Talamau, Pasaman Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 2.983 mdpl dan membutuhkan waktu lama untuk menggapai puncaknya.

Tujuh Puncak

Sesuai dengan misi, Seven Summit West Sumatera terdiri dari tujuh puncak tertinggi di Sumatera Barat. Ketujuh puncak itu adalah Gunung Sago (2.271 mdpl), Puncak Gunung Tandikek (2.438 mdpl), Gunung Talang (2.597 mdpl), Gunung Singgalang (2.877 mdpl), Gunung Marapi (2.8921 mdpl), Gunung Talamau (2.983 mdpl), dan Gunung Kerinci (3.805 mdpl).

Dalam jadwal pendakian, Seven Summit ini diagendakan dalam dua tahun perjalanan. Diawali November 2024 dan direncanakan selesai September 2026.

Perjalanan panjang, berat, dan berliku ini kelak akan disarikan menjadi sebuah buku berjudul “Sevent Summit West Sumatera (Kisah Pertualangan Ayah dan Anak dalam Menaklukan 7 Puncak Tertinggi di Sumatera Barat)”. Detail-detail perjalanan ini akan direportasekan sehingga dapat menjadi panduan bagi pendaki di masa mendatang. (***)

Editor : Adriyanto Syafril
#Sevent Summit #ekspedisi #gunung kerinci