Laporan: Two Efly, Limapuluh Kota
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, manajemen PT BPRS Guguk Mas Makmur mampu menjaga tren positif kinerja usaha. Selain bertumbuh double digit, pada tahun buku 2025 ini pertumbuhan laba juga melampaui pertumbuhan usahanya.
“Alhamdulillah, kami masih bisa bertumbuh double digit seperti tahun-tahun sebelumnya. Total aset tercatat Rp60,83 miliar, pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp49,08 miliar, dan pendanaan yang dihimpun mencapai Rp46,50 miliar. Laba bersih usaha sebesar Rp1,96 miliar atau tumbuh 19,51 persen secara year on year. Sementara itu, kualitas aktiva produktif juga membaik seiring terjaganya kualitas pembiayaan serta berhasil ditekan rasio BOPO ke angka 78,00 persen,” ujar Direktur Utama PT BPRS Guguk Mas Makmur, Yuhelmi Afrizon, didampingi direkturnya, kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurut Yuhelmi Afrizon, membaiknya kinerja usaha dan laba pada tahun 2025 sejalan dengan ekspansi pembiayaan yang berjalan baik. Mulai dari pembiayaan piutang hingga pembiayaan bagi hasil melalui beberapa produk unggulan. Hal yang sama juga terjadi pada pendanaan yang berhasil tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya.
Aset dan Pendanaan
Dari laporan keuangan publikasi tahun 2025, total aset tercatat mencapai Rp60,83 miliar atau tumbuh 16,42 persen secara year on year. Pertumbuhan aset yang mencapai double digit ini dikontribusikan oleh membaiknya kinerja pembiayaan dan pendanaan selama tahun 2025.
Total pendanaan yang berhasil dihimpun mencapai Rp46,50 miliar atau tumbuh 14,19 persen secara year on year. Dari dua produk pendanaan, keduanya sama-sama memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan. Total dana tabungan wadiah tercatat sebesar Rp152 juta, dan tabungan mudharabah sebesar Rp26,61 miliar atau tumbuh 9,91 persen. Sementara itu, deposito mudharabah tercatat sebesar Rp19,74 miliar atau tumbuh 20,44 persen.
Pembiayaan, Beban Operasional, dan Pendapatan
Sejalan dengan pendanaan, kinerja pembiayaan PT BPRS Guguk Mas Makmur pada tahun buku 2025 juga menunjukkan pertumbuhan yang baik. Total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp49,08 miliar atau tumbuh 13,76 persen secara year on year.
Dari berbagai produk pembiayaan, piutang murabahah menjadi yang paling diminati. Total piutang murabahah per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp44,29 miliar atau tumbuh 8,26 persen. Sementara itu, piutang multijasa tercatat sebesar Rp307 juta. Adapun pembiayaan bagi hasil, yaitu mudharabah sebesar Rp975 juta dan musyarakah sebesar Rp3,51 miliar atau tumbuh 108,92 persen.
Pendapatan, Beban, dan Laba
Kinerja usaha dan kualitas aktiva produktif PT BPRS Guguk Mas Makmur pada tahun buku 2025 juga menunjukkan perbaikan. Pendapatan dari penempatan dan distribusi dana tercatat sebesar Rp8,19 miliar atau tumbuh 20,44 persen secara year on year.
Sementara itu, beban operasional yang ditanggung sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp4,91 miliar, dengan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan pendapatan. Hal ini menunjukkan efisiensi yang semakin baik.
Kualitas aktiva produktif juga terjaga seiring keberhasilan manajemen dalam menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam pengendalian biaya. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil ditekan hingga 78 persen.
“Pembiayaan yang tumbuh, biaya yang terkendali, dan pendapatan yang meningkat inilah yang bermuara pada pencapaian laba. Laba bersih usaha meningkat dari Rp1,64 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp1,96 miliar pada tahun 2025, atau tumbuh 19,51 persen secara year on year,” tambahnya.
Berdasarkan data Padang Ekspres, PT BPRS Guguk Mas Makmur merupakan salah satu BPR yang melakukan konversi dari sistem konvensional ke sistem syariah pada tahun 2023. Proses konversi ini berjalan cepat dan tepat sehingga tidak berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan.
Memasuki tahun kedua pascakonversi, BPRS Guguk Mas Makmur berhasil meraih Infobank Award dengan predikat sangat bagus. Ini merupakan BPRS pertama di Indonesia yang bisa meraih Infobank masuki tahun kedua pasca konversi.
“Alhamdulillah, tren positif pertumbuhan usaha dan laba masih mampu kami jaga. Terima kasih atas dukungan seluruh pemangku kepentingan. Semoga pada tahun 2026, BPRS Guguk Mas Makmur dapat tumbuh lebih baik lagi,” tutup Yuhelmi Afrizon.(***)
Editor : Hendra Efison