Dia menilai setiap menit di bulan penuh berkah ini sangat berharga. Karena itu dirinya selalu menanamkan komitmen setiap saat memaksimalkan ibadah apa saja yang dapat dilakukannya.
“Hari di bulan selain Ramadhan, kita selain menjalankan ibadah wajib sebagai umat Islam, juga menyempatkan diri bersantai dan refreshing menghilangkan lelah dari kesibukan pekerjaan. Saat Ramadhan, waktu santai sembari menghilangkan lelah, kita manfaatkan dengan beribadah,” tutur Adrial.
Adrial mengaku banyak cara mengisi waktu luang atau istirahat saat Ramadan dengan beribadah. Diantaranya mengisi setiap sholat sunat rawatib, membaca Al Quran dengan target khatam, menghafal surat-surat pendek dan ayat-ayat tertentu.
Khusus membaca Al Quran, Adrial menyebut meski sudah didukung dengan aplikasi digital di HP, terkadang jumlah bacaan yang bisa dicapai setiap hari lebih sedikit dari yang ditargetkan.
Demikian juga dengan kegiatan Tadarus sesudah Tarawih, dirinya tidak memungkiri halangannya sering didera rasa mengantuk akibat kelelahan bekerja yang menguras pikiran sebagai leader di Perusahaan milik daerah berhawa sejuk itu.
“Namun jika di satu sisi dan kesempatan kita tidak maksimal, seperti membaca Al Quran selalu ditambahkan dengan muratal ketika duduk atau sedang di mobil saat melakukan perjalanan,” ujar Adrial.
Bercerita pengalamannya mengisi menit demi menit Ramadan bernilai tinggi, memang harus menguatkan tekad dan semangat dari dalam. Hal itu harus dilakukan untuk mengalahkan suara-suara godaan yang sering hadir mengganggu bahkan menghalangi.
“Pada akhirnya muncul prinsip, kalau untuk beribadah, tidak usah terlalu banyak mikir ini itu, tetapi lakukan saja dan semuanya akan selesai,” pungkas Adrial. (wrd)
Editor : Novitri Selvia