Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah lapak pedagang yang menjual kue-kue tradisional seperti dakak-dakak, aneka keripik, serta berbagai kue kering lainnya masih tampak lengang dari pembeli.
Salah seorang pedagang kue yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi tersebut masih tergolong normal. Menurutnya, peningkatan penjualan biasanya baru akan terasa mendekati Hari Raya Idul Fitri.
Ia memperkirakan lonjakan pembelian baru akan terjadi sekitar tujuh hari sebelum lebaran atau H-7. “Kalau kondisi sekarang memang belum ada peningkatan yang signifikan. Biasanya pembelian mulai ramai sekitar satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Menurutnya, pola tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun. Meski demikian, para pedagang tetap melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang diperkirakan terjadi menjelang lebaran.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kue kering yang dijual di pasar tersebut didatangkan dari daerah Batusangkar. Para pemasok atau juragan biasanya langsung datang ke pedagang untuk mengantarkan barang dagangan.
“Juragannya langsung datang ke kami membawa kue. Kami langsung membayar. Kalau ada kue yang tersisa, biasanya bisa ditukar lagi dengan kue yang baru, jadi yang kami jual tetap kue yang masih baru,” jelasnya.
Sebagai pedagang, ia mengaku harus pandai membaca situasi pasar. Jika penjualan mulai meningkat, maka pesanan kepada pemasok juga akan ditambah untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Meski saat ini penjualan masih relatif sepi, para pedagang tetap optimistis. Mereka meyakini permintaan akan meningkat mendekati Hari Raya Idul Fitri seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kue lebaran.
“Biasanya kalau sudah mendekati lebaran, pasokan juga akan kami tambah dibandingkan hari-hari biasa,” pungkasnya. (ita)
Editor : Adetio Purtama