Tim PKM UNP menempatkan bantuan di tiga lokasi utama yang mencerminkan beragam karakteristik risiko bencana.
Lokasi pertama berada di Masjid Nur Rahmah, Komplek Griya Permata 2 Tabiang Banda Gadang, yang menjadi pusat aktivitas sosial sekaligus titik kumpul warga saat keadaan darurat.
Bantuan juga disalurkan ke area saluran irigasi di Jalan Pasar Baru dekat SMAN 9, yang memiliki potensi risiko banjir serta aktivitas pembersihan saluran air oleh warga.
Selain itu, paket P3K Kit ditempatkan di kawasan Batu Busuk RT 01 RW 05, wilayah dengan aksesibilitas terbatas dan tingkat kerentanan bencana yang tinggi.
Isi P3K Kit dan Tujuan Penggunaannya
Koordinator Lapangan PKM UNP, Linda Rosalina menjelaskan bahwa penyediaan perlengkapan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan medis profesional tiba.
"Paket P3K Kit tersebut mencakup kassa steril, kassa gulung, plester, rivanol, betadine, pembalut wanita, hingga sarung tangan medis,” ungkap Linda.
Linda menekankan bahwa perlengkapan ini diharapkan meminimalkan dampak cedera ringan hingga sedang, terutama pada fase pascabencana.
“Kami ingin memberdayakan komunitas lokal agar mampu melakukan pertolongan pertama secara mandiri, yang merupakan bagian dari strategi mitigasi non-struktural,” ujarnya.
Edukasi Singkat dan Respons Warga
Dalam setiap titik penyaluran, tim PKM UNP tidak hanya membagikan perlengkapan, tetapi juga memberikan penjelasan singkat mengenai tata cara penggunaan isi P3K Kit.
Warga menunjukkan respons positif, terlihat dari keterlibatan tokoh-tokoh lokal dalam mendampingi proses distribusi.
Melalui program ini, Universitas Negeri Padang berharap lahir masyarakat yang lebih sigap menghadapi situasi darurat, khususnya pada aspek kesehatan masyarakat.
Kesiapsiagaan di tingkat akar rumput dipandang sebagai langkah penting dalam meminimalkan risiko korban dan perburukan kondisi kesehatan saat bencana.()
Editor : Heri Sugiarto