Setelah ditangkap, Madura dan istri diterbangkan dengan helikopter ke USS Iwo Jima, kapal perang amfibi yang sedang berlayar menuju New York, untuk menghadapi proses hukum.
“Mereka berada di kapal,” ujar Trump saat diwawancarai Fox News melalui telepon, Sabtu (3/1/2026). “Mereka akan menuju New York.”
Trump juga membagikan gambar Maduro di kapal, mengenakan sweatsuit abu-abu, tampak diborgol dan ditutup matanya, sambil memegang botol air plastik.
Menurut Trump, keduanya dipindahkan ke USS Iwo Jima menggunakan helikopter setelah operasi militer yang dilakukan oleh pasukan AS di Venezuela. Operasi berlangsung di wilayah Karibia, tempat kapal perang beroperasi.
Trump Saksikan Operasi Penangkapan secara Real-Time
Trump mengaku menyaksikan penangkapan Maduro secara real-time dari resor Mar-a-Lago, Florida, bersama sejumlah jenderal militer. “Saya menontonnya seperti menonton acara televisi,” kata Trump.
Ia juga memastikan, tidak ada personel AS yang tewas, meski beberapa terluka dan satu helikopter terkena tembakan. Semua pesawat yang digunakan dalam operasi dilaporkan kembali dengan aman.
Tuduhan yang Diajukan terhadap Maduro
Jaksa Agung AS, Pam Bondi, menegaskan bahwa Maduro segera akan diadili di pengadilan Amerika dengan sejumlah dakwaan.
“Nicolas Maduro didakwa dengan konspirasi narco-terorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata mesin dan alat peledak, serta konspirasi untuk memiliki senjata mesin dan alat peledak yang ditujukan terhadap Amerika Serikat,” kata Bondi di platform X..
PBB Alarm dan Kemungkinan Sidang Darurat UNSC
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, disebut merasa sangat prihatin setelah AS melakukan serangan di Venezuela dan menangkap Maduro, menurut juru bicara Stephane Dujarric.
“Perkembangan ini merupakan preseden berbahaya. Sekretaris Jenderal menekankan pentingnya penghormatan penuh terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB. Ia prihatin bahwa aturan hukum internasional belum dihormati,” kata Dujarric.
“Sekretaris Jenderal menyerukan semua pihak di Venezuela untuk melakukan dialog inklusif, dengan penghormatan penuh terhadap hak asasi manusia dan supremasi hukum," tambahnya, seperti dilansir Fox News.(*)
Editor : Heri Sugiarto