Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kenali Obesitas! Yuk Cek Jenis Obesitas dan Solusinya

M Algredi • Sabtu, 11 Januari 2025 | 13:40 WIB

Ilustrasi orang obesitas.
Ilustrasi orang obesitas.
PADEK.JAWAPOS.COM—Obesitas merupakan kondisi medis yang serius di mana seseorang memiliki berat badan yang berlebihan akibat penumpukan lemak tubuh yang abnormal atau berlebihan.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes, penyakit jantung, hipertensi, dan beberapa jenis kanker.

Obesitas terjadi karena kurangnya aktivitas fisik yang dapat membakar kalori dan lemak tubuh. Biasanya, lemak menumpuk di paha, perut bagian bawah, pinggul atau bokong.

Obesitas dapat terjadi karena asupan makanan yang tidak sehat, seperti makan berlebihan dan makanan tinggi kalori serta rendah gizi.

Bila sirkulasi pembuluh darah vena yang tersumbat dan penumpukan lemak biasanya terjadi pada bagian kaki dan bokong akan mengakibatkan obesitas.

Stres atau kecemasan berlebihan dapat memengaruhi hormon dalam tubuh, yang dapat meningkatkan nafsu makan dan penumpukan lemak.

Berikut jenis-jenis obesitas yang perlu diketahui, termasuk solusi mengatasinya. Topik ini telah dirilis dalam Instagram moonmate.

  1. SKINNY FAT (PERUT BUNCIT)

Jenis obesitas ini butuh karbohidrat, guna membangun otot tubuh bagian bawah.

Ciri-ciri obesitas ini tampak dari lemak yang menumpuk di tubuh bagian bawah, dan kurang otot tubuh bagian atas. Kurangnya asupan karbohdirat dapat menurunkan metabolisme dan menghambat pertumbuhan otot.

Massa otot yang rendah meningkatkan lemak tubuh dan memperburuk resistensi insulin.

Solusi mengatasinya:

Latihan beban dilakukan secara rutin bertujuan untuk Peregangan atau pilates fleksibilitas tubuh bagian atas. Konsumsi karbohidrat yang cukup untuk mendukung sintesis otot.

  1. OBESITAS AKIBAT RETENSI NATRIUM/AIR

Buruknya sirkulasi dan masalah limfatik berdampak pada obesitas.

Ciri-ciri obesitas jenis ini terlihat pada tangan dan kaki sering bengkak, berat badan naik turun. Retensi air dan natrium menyebabkan perut kembung dan kenaikan berat badan.

Asupan tinggi natrium membuat tubuh menahan air dan menganggu sirkulasi pada tubuh.

Solusi mengatasinya:

Berkeringat dalam olahraga rutin untuk mengeluarkan natrium dan minum cukup air untuk meningkatkan metabolisme.

Latihan kardio intensitas tinggi (seperti interval training). Lakukan diet rendah natrium untuk membatasi asupan garam. Lakukan peregangan di pagi dan sore hari atau sebelum dan sesudah olahraga.

  1. MUSCLE-BOUND OBESITY

Obesitas ini menumpuk Lemak keras, dan kelebihan protein. Ciri-ciri yang dialami penderitas obesitas ini seperti lemak terasa keras dan padat saat disentuh.

Massa otot yang berlebihan meningkatkan beban pada metabolisme. Biasanya disebabkan kebiasaan olahraga yang kurang tepat, dan otot menjadi tegang.

Solusi mengatasinya:

Batasi asupan protein yang berlebihan. Istirahat dari olahraga yang intens dan fokus pada peregangan, yoga, atau pijat untuk relaksasi otot. Pulihkan keseimbangan metabolisme dengan makan teratur.

  1. CARB-HEAVY OBESITY

Diet lebih penting dari olahraga secara efektif menurunkan lemak dari tubuh. Ciri-ciri yang sering dialami penderita obesitas ini terlalu sering mengkonsumsi karbohidrat yang berlebihan akan menyebabkan penumpukan lemak, metabolisme lambat.

Kontrol gula darah dan peningkatan sensitivitas insulin sangat penting di sini.

Solusi mengatasinya:

Lakukan diet rendah karbohidrat untuk mencegah lonjakan gula darah. Tingkatkan asupan serat dan protein.

  1. OBESITAS AKIBAT STRES

Dominasi Kortisol bikin efek obesitas berlebihan. Ciri-ciri yang menyebabkan terjadinya obesitas bisa dari stres kronis, penderita sering mengkonsumsi makanan apapun tanpa menyadari efek buruknya dan menyebabkan lemak menumpuk di perut.

Perut mudah membesar, tapi lengan dan kaki tetap kurus. Tingginya kortisol membuat pembakaran lemak menjadi sulit, dan olahraga berlebihan atau diet ketat bisa menjadi bumerang.

Solusi mengatasinya

Manajemen stres wajib dilakukan untuk penderita, seperti meditasi, yoga, berjalan kaki, atau membuat jurnal. Pilih olahraga dengan intensitas rendah.

Tidur berkualitas selama 7-8 jam untuk mengembalikan suasana hati dan keseimbangan hormon. Tingkatkan asupan omega-3 untuk mengurangi peradangan dan mengatur hormon.

  1. OBESITAS AKIBAT KETIDAK- SEIMBANGAN HORMON

Ciri-ciri umum pada wanita biasanya lemak menumpuk di sekitar paha dan pinggul akibat tingginya estrogen namun pada pria, lemak menumpuk di sekitar dada dan perut.

Hal ini berhubungan dengan masalah hormon seperti haid yang tidak teratur atau PCOS.

Solusi mengatasinya:

Gabungkan kardio dengan strength training untuk tubuh bagian bawah guna meningkatkan sirkulasi. Kelola stres dengan aktivitas ringan atau meditasi dan konsumsi suplemen vitamin D dan magnesium.

  1. OBESITAS KARENA MASSA OTOT RENDAH (BMR Rendah)

Ciri-cirinya secara keseluruhan kekurangan otot dan memiliki Basal Metabolic Rate yang rendah. Berat badan serasa mudah naik meskipun makan sedikit. Sering kelelahan dan kekurangan energi.

Solusi mengatasinya:

Fokus pada strength training yang menargetkan kelompok otot utama seperti punggung, kaki, dada. Tambah asupan protein 1,2-1,6 gr per kg berat badan.

Makan karbohidrat yang cukup terutama sebelum dan sesudah latihan. Bangun kebiasaan olahraga yang konsisten 3-5 kali seminggu.

  1. OBESITAS AKIBAT SINDROM METABOLIK (Resistensi Insulin)

Ciri-ciri yang sering terjadi dimana lemak perut yang besar masih ditambah gula darah, tekanan darah, atau kolesterol yang tidak normal.

Resistensi insulin yang tinggi membuat karbohidrat mudah diubah menjadi lemak dan sering gagal program diet.

Solusi mengatasinya:

Lakukan diet rendah karbohidrat, tambah protein dan lemak tak jenuh. Lakukan latihan inverval, selingi kardio intens dengan strength training untuk sensitivitas insulin.

Targetkan penurunan berat badan yang realistis hingga 5-10% bisa membantu penurunan obesitas, Tambah chromium dan magnesium untuk mengatur gula darah.

  1. OBESITAS KARENA GANGGUAN PEMBAKARAN LEMAK

Ciri-ciri umum penderita obesitas ini yang mudah lelah, suhu tubuh rendah, sulit sekali turun berat badan. Metabolisme lambat akibat kekurangan hormon tiroid, mengakibatkan berat badan mudah naik.

Solusi mengatasinya:

Konsumsi makanan kaya iodium (rumput laut), kacang-kacangan yang kaya selenium, dan protein tanpa lemak seperti dada ayam.

Lakukan olahraga intensitas rendah, bukan intensitas tinggi. Cukup tidur untuk memulihkan keseimbangan hormon. Konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan hormon dan pengobatan.

Solusi mengatasi obesitas yang paling penting adalah mengatur pola makan yang sehat dan seimbang. Hindari konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan.

Melakukan olahraga rutin dan aktivitas fisik lainnya setidaknya 30 menit per hari, seperti jogging, bersepeda, atau berjalan kaki.

Hindari minuman manis dan beralkohol. Jika obesitas sudah mengganggu kesehatan, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Dukungan Sosial dari keluarga dan teman dapat membantu memotivasi dalam menjalani pola hidup sehat.

Dengan memahami jenis-jenis obesitas dan solusinya, diharapkan kita dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi yang serius akibat obesitas. (*)

 

Editor : Adetio Purtama
#jenis obesitas #apa itu obesitas #obesitas