Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Waspadai Gejala Demensia, Bukan Sekadar Pikun Akibat Penuaan

Randi Zulfahli • Minggu, 10 Agustus 2025 | 11:00 WIB

(pexels.com)
(pexels.com)
PADEK.JAWAPOS.COM – Masih banyak masyarakat menganggap pikun sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa kondisi lupa yang parah dan memburuk, atau demensia, bukanlah hal normal seiring bertambahnya usia.

Demensia adalah kumpulan gejala akibat penurunan fungsi otak yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Berdasarkan informasi dari laman ayosehat.kemkes.go.id yang diakses Minggu (10/8/2025), kondisi ini merupakan masalah medis serius yang tidak boleh diabaikan.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Alzheimer’s Disease International menyebut, demensia adalah sindrom—bukan penyakit tunggal—yang ditandai penurunan fungsi otak secara progresif.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Sehat untuk Gen Z: Kunci Jaga Kesehatan Fisik dan Mental di Era Digital

Dampaknya mencakup gangguan daya ingat, kemampuan berpikir, dan perilaku, sehingga menghambat aktivitas harian yang sebelumnya mudah dilakukan.

Pada tahap awal, gejala demensia sering luput dari perhatian, baik oleh penderitanya maupun orang di sekitarnya. Salah satu tanda umum adalah lupa kejadian yang baru saja terjadi, seperti lupa lokasi barang atau menanyakan hal yang sama berulang kali.

Seiring waktu, gejala menjadi semakin jelas. Penderita dapat kesulitan merencanakan atau menyelesaikan tugas sederhana. Misalnya, orang yang mahir memasak bisa bingung saat mengikuti resep yang sudah sering dibuat. Kebingungan akibat disorientasi juga umum, seperti lupa hari, tanggal, atau tersesat di lingkungan yang akrab.

Baca Juga: Tanda-tanda Bayi Siap Disapih dari Menyusu Malam Hari, Cek di Sini!

Gangguan komunikasi kerap terjadi, seperti kesulitan menemukan kata yang tepat atau memberikan jawaban yang tidak relevan dengan percakapan. Perubahan suasana hati dan kepribadian juga muncul. Orang yang biasanya ceria bisa menjadi mudah tersinggung, curiga, atau menarik diri dari keluarga dan teman.

Pentingnya Deteksi Dini
Alzheimer Indonesia menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda demensia sejak dini. Deteksi awal membantu keluarga memahami kondisi penderita, menyesuaikan cara berkomunikasi, serta merancang perawatan yang efektif dan penuh empati.

Dukungan dan terapi yang tepat dapat memperlambat perkembangan gejala serta meningkatkan kualitas hidup penderita. Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan gejala demensia, segera konsultasikan ke dokter atau fasilitas kesehatan. Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik.(*)

Editor : Hendra Efison
#Pikun Akibat Penuaan #Waspadai Gejala Demensia