Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SD Semen Padang: Festival Panen Karya, Titik Akhir Pencapaian?

Novitri Selvia • Senin, 6 Mei 2024 | 10:23 WIB

DUKUNGAN : Wali Kota Padang, Hendri Septa memberikan apresiasi terhadap salah salah stand Pameran dalam acara Festival Panen Karya CGP Angkatan 9 Kota Padang.(TIM LAMAN GURU)
DUKUNGAN : Wali Kota Padang, Hendri Septa memberikan apresiasi terhadap salah salah stand Pameran dalam acara Festival Panen Karya CGP Angkatan 9 Kota Padang.(TIM LAMAN GURU)
“Apapun yang dilakukan seseorang itu, hendaknya dapat  bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsa, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya”. Demikian pesan yang pernah disampaikan Ki Hajar Dewantara. Ini juga yang mendorong pendidikan di Sumbar terus bergerak untuk maju.

Seperti halnya perhelatan akbar Festival Panen Hasil Belajar Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 Kota Padang yang digelar Balai Guru Penggerak Sumatera Barat di Gedung Youth Center Padang, pada Minggu, 28 April 2024. Acara yang lazim disebut dengan “panen karya” ini diikuti dengan sangat antusias dan semangat oleh Calon Guru Penggerak.

Mereka mempersiapkan acara panen karya dari jauh hari agar berjalan dengan sukses, sekaligus merayakan kebahagiaan, bahwa sebentar lagi Calon Guru Penggerak (CGP) akan Yudisium dan meraih status sebagai Guru Penggerak (GP). Status yang sangat keren untuk dunia Pendidikan saat ini. 

Guru Penggerak adalah guru pilihan dari seluruh penjuru Indonesia yang telah lulus dari seleksi Program PGP. Mereka ditempa menjadi pemimpin pembelajaran dan berperan sebagai agen pendorong transformasi pendidikan di Indonesia. Tanggung jawab besar yang ditumpangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadim Makarim kepada guru melalui program yang disebut PGP.

Yaitu kegiatan pengembangan profesi melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran, agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya. Pendidikan Guru Penggerak tentu tidaklah mudah.

Para guru yang lulus seleksi dan dinyatakan berhak  mengikuti Pendidikan ini, akan menjalani durasi pendidikan selama enam bulan tanpa meninggalkan tugas pokok dan fungsinya sebagai guru. Sebuah Pendidikan dan Latihan yang tidak sembarangan, dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan manajemen mengatur waktu yang luar biasa dengan tuntutan tugas-tugas yang ditagih secara daring dan luring.

Selama Pendidikan Guru Penggerak (PGP), CGP akan didampingi oleh Fasilitator dan Pengajar Praktik. Fasilitator akan melakukan refleksi mingguan melalui forum pendampingan, mencatat serta menganalisis perkembangan CGP dalam menjalankan tugas-tugas pendidikannya.

Sementara Pengajar Praktik mendampingi CGP dalam menjalankan perannya sebagai Calon Guru Penggerak pasca pelatihan sekaligus menjadi Nararumber/Instruktur tamu pada proses pendampingan selama Lokakarya. Selain itu juga berbagi praktik baik, mengevaluasi dan memberikan umpan balik kepada CGP.

Ketika CGP telah menjalankan semua tugas daring dan luringnya, maka belajar luring yang ke-7 tidak hanya dalam bentuk lokakarya, tetapi juga dalam bentuk Festival Panen Hasil Belajar. Semua CGP menampilkan rencana program dan dampak positifnya terhadap murid. Dan inilah puncak dari Pendidikan Guru Penggerak tersebut.

Panen karya dihadiri oleh semua pejabat daerah dan lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, merupakan support kepada CGP untuk berkarya. Harapan pemerintah terhadap Guru Penggerak ini adalah mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperolehnya.

Seperti,  bagaimana seorang guru membangun kembali Visi Guru Penggerak dan menerapkan budaya positif di Sekolah, Coaching Supervisi Akademik, Pembelajaran berdiferensiasi, hingga pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin.

Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah Guru Penggerak juga disiapkan untuk menjadi Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya yang ada di sekolah, sehingga program-program sekolah yang dilaksanakan berdampak positif terhadap murid.

Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dan mengembangkan rekan sejawat guru lainya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid. Jadi, sejatinya Guru Penggerak bisa diandalkan sekolah untuk menjadi teladan serta agen transformasi perbaikan pendidikan untuk mewujudkan Profile Pelajar Pancasila di sekolahnya.

Dengan demikian, Festival panen karya CGP adalah penutup dari rangkaian proses Pendidikan Guru Penggerak adalah benar. Jika dinyatakan lulus, maka CGP berhak mendapatkan sertifikat 310 Jam Pelajaran (JP) dan bisa difungsikan untuk melengkapi syarat sebagai kepala sekolah. Namun alangkah naifnya tujuan seorang guru penggerak kalau merasa puas sampai disitu.

Moment festival panen karya merupakan langkah awal untuk sebuah proses pergerakan idealisme seorang guru di sekolah. Bergerak untuk mengimplementasikan pembelajaran kepada murid yang sesuai dengan kodrat alam dan zaman, dan berkolaborasi menggerakkan komunitas belajar di lingkungan sekolahnya. (Sri Denti, S.Sos.I, M.Pd, GURU SD SEMEN PADANG)

Editor : Novitri Selvia
#Guru Penggerak #Sri Denti #Festival Panen Karya #SD Semen Padang