Menjadi juara di dua turnamen bergengsi ini adalah puncak pencapaian bagi seorang pesepakbola. Namun, hanya segelintir orang yang berhasil menggapai keduanya.
Dalam 100 tahun FIFA menyelenggarakan Olimpiade Cabang Sepak Bola Pria, hanya 15 pemain yang berhasil memenangkan gelar ganda yang sangat didambakan ini.
Berikut ini kisah inspiratif 15 legenda sepak bola yang berhasil mengukir prestasi gemilang tersebut, seperti dilansir dari laman resmi FIFA:
Messi dan Di Maria
Lionel Messi dan Angel Di Maria menjadi pemain pasca-Perang Dunia yang meraih gelar ganda: medali emas Olimpiade sekaligus mengangkat trofi Piala Dunia FIFA
Pasangan ini melanjutkan kesuksesan mereka di Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2005, dengan membantu La Albiceleste meraih medali emas Olimpiade kedua berturut-turut di Beijing 2008.
Saat itu, Messi memberi umpan kepada Di Maria untuk mencetak gol penentu di final melawan Nigeria.
Lebih dari 14 tahun kemudian, di puncak karir mereka, Messi dan Di Maria kembali berjaya di Piala Dunia FIFA 2022.
Bermain di final melawan Perancis, Di Maria mencetak gol di antara dua gol Messi saat Argentina mengalahkan Perancis melalui adu penalti Argentina meraih gelar juara dunia pertama mereka dalam 36 tahun terakhir.
Generasi Emas Uruguay
Olimpiade 1924 menjadi saksi lahirnya generasi emas Uruguay. Pada olimpiade ini, sepakbola pria pertama kali diselenggarakan FIFA, dan pertama diikuti negara-negara Amerika Selatan
Olimpiade yang menjadi saksi lahirnya generasi emas Uruguay. Tim Uruguay menjadi kekuatan sepak bola global pertama, dengan medali emas di Paris 1924 dan Amsterdam 1928.
Tim Amerika Selatan melakukan perjalanan dengan kapal ke Spanyol untuk serangkaian pertandingan persahabatan sebelum ke Paris. Bahkan, kiper Andres Mazali mengatur sesi latihan di atas geladak kapal.
Sesampainya di Paris, pemain remaja penuh sensasi, Petrone, menjadi pencetak gol terbanyak dengan tujuh gol, termasuk satu gol dalam kemenangan 3-0 atas Swiss.
Empat tahun kemudian, pemain andalan tim ini membawa pulang emas dari Olimpiade Amsterdam.
Petrone kembali tampil memukau bersama Cea dan pemain sayap Andrade, saat La Celeste mengalahkan Argentina di final setelah melalui laga ulangan.
Lahirnya Piala Dunia tahun 1930 memberikan kesempatan bagi para raja Olimpiade untuk melanjutkan dominasi mereka.
Di Piala Dunia pertama ini, Uruguay mempertahankan kekuatan mereka. Dipimpin oleh kapten legendaris Jose Nazassi, La Celeste menyapu bersih semua lawan, termasuk Argentina di final, di kandang sendiri.
Pemain yang terlibat kala itu adalah, Jose Andrade, Hector Castro, Pedro Cea, Lorenzo Fernandez, Alvaro Gestido, Jose Nazassi, Pedro Petrone, Hector Scarone, dan Santos Urdinaran.
Skuad Italia 1936
Tim Italia yang berlaga di Olimpiade Berlin 1936 memiliki komposisi berbeda, dengan tim yang menjadi juara Piala Dunia 1934 setelah mengalahkan Cekoslowakia.
Meskipun demikian, Azzurri berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Austria di final.
Empat pemain dari tim Olimpiade tersebut, yaitu Sergio Bertoni, Alfredo Foni, Ugo Locatelli, dan Pietro Rava, kemudian memperkuat tim Italia di Piala Dunia FIFA 1938.
Italia mempertahankan gelar juara mereka dengan mengalahkan Hungaria di final dengan skor 4-2.
Cabang Sepak Bola Pria di Olimpiade Paris 2024 menjadi momen untuk mengenang kembali kejayaan para legenda yang menginspirasi generasi baru pemain untuk meraih mimpi mereka.(*)