Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ibu Je, Ibu (nya) Universitas Baiturrahmah, Bundo Kanduang Hebat di Era Gen Z

Novitri Selvia • Senin, 15 Juli 2024 | 15:25 WIB

Syaharman Zanhar, Pemerhati Sosial. (Padek.co)
Syaharman Zanhar, Pemerhati Sosial. (Padek.co)

PADEK.JAWAPOS.COM-ORANG selalu memanggilnya Bu Je. Ketek, gadang, tuo, mudo (kecil, besar, tua dan muda). Di kampus, teman satu komunitas, pedagang di pasar, pedagang bunga, pedagang buah, penjaja roti, pokoknya siapapun itu orang mengenalnya Bu Je Baiturrahmah. Maksudnya pendiri Universitas Baiturrahmah dan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah di Sungai Sapih, Bypass, Kota Padang.

Tidak ada yang menyangka Bu Je, maksudnya Hj Maizarnis istri dari H Amran Sutan Sidi Sulaiman (alm), mampu menjadikan Universitas Baiturrahmah sebesar sekarang ini. Dengan 12 prodi, dua di antaranya prodi unggul yaitu Fakultas Kedokteran Umum dan Fakultas Kedokteran Gigi. Dua fakultas terakhir ini menjadi dambaan tamatan SMA. Alumni kedua fakultas ini mendapat apresiasi yang begitu tinggi dari Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah, Sabtu malam (13/7), ketika me-launching buku biografi Ibu Je.

Gubernur yang akrab dengan sapaan buya itu juga mengapreasiasi keberadaan Rumah Sakit Islam Sitti Rahmah, yang ketika awal pembangunannya mendapat banyak celaan dari sebagian masyarakat. “Sia nan kabarubek ka rumah sakit nan jauh di mudiak tu (siapa yang akan pergi berobat ke rumah sakit yang jauh di pinggiran itu).” Tetapi sekarang, ibarat jualan kue, Universitas Baiturrahmah dan RSI Sitti Rahmah itu, ditunggu antri oleh pembelinya.

Apresiasi Mahyeldi terhadap kedua institusi itu, bukan tanpa alasan. Buya menyebut alumni Universitas Baiturrahmah itu hebat-hebat dan telah mewarnai pemerintahan di Sumatera Barat. Tidak sedikit pimpinan puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Kota di Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Bengkulu dipimpin oleh dokter dan dokter gigi tamatan Universitas Baiturrahmah. “Rumah Sakit sebesar RS Achmad Moechtar Bukittinggi saja dipimpin dokter gigi dari Universitas Baiturrahmah,” ujar buya dengan bangga.

Membesarkan kedua lembaga itu bagi seorang Bu Je, tentu bukan perkara mudah. Agaknya jiwa kepemimpinan dan jiwa bisnis “One” orang tua perempuan Bu Je lah yang turun kepadanya. One memulai bisnisnya dengan menggerakan Huler (mesin penggiling padi) warisan suaminya Wahab, almarhum abak (orang tua laki laki) Bu Je. Dengan Huler itulah One membesarkan delapan anaknya, satu di antaranya laki-laki selebihnya perempuan. Bu Je adalah anak ketiga.

“Ketulusan hati One dalam menjalankan hidup membuat dia tidak pernah mengeluh. Segala urusan diurus oleh One dengan baik. Mempersiapkan anak kesekolah, membuat makanan untuk keluarga,dan seluruh anggota yang tinggal didalam rumah, termasuk sopir dan orang yang membantu di bengkel juga teman-teman abak yang tidak menentu kapan dan berapa orang datangnya. Sosok ibu dan istri yang perhatian ini menjadi panutan bagi anak anaknya”, tulis Fajar Rusvan penulis buku biografi Hj. Maizarnis Menjemput Ridha Allah dalam sebuah Alinia.

“Perjalanan hidup bu Je itu, pengulangan kisah perjalanan hidup Pne” dalam versi kekinian,” ucap DR. dr Tommy Daindes MKM, SP.Jp, ketua Ikalumni Universitas Baiturrahmah yang baru saja dilantik Sabtu siangnya di Komplek Kampus Universitas baiturrahmah. Setelah membaca beberapa lembar buku yang menceritakan one dan abak kedua orang tua Bu Je itu, ternyata Bu Je telah mewarisi sifat dan sikap one dan menerapkan pula kedalam keluarganya.

Tujuh anak Bu Je dengan Alm H Amran Sutan Sidi Sulaiman, dua di antaranya perempuan dalam testimoni pengantar Launching Biografi Bu Je dalam tayangan rekaman video pada intinya menyatakan bahwa Bu Je adalah “Supermom” yang tidak ada tandingan dan bandingannya. Ibu yang tidak pernah ngomel, ibu yang sabar, penuh cinta dan kasih sayang.
Pernyataan anak dan mantunya itu diaminkan oleh beberapa staf pengajar di FKG Universitas Baiturrahmah.

Bahkan salah satu alumni tertua FKG Universitas Baiturrahmah Drg Cici Syaharman menyebut bahwa Bu Je adalah ibu dari ibunya Univeritas Baiturrahmah dan sosok Bundo Kanduang era Generasi Z. Lain lagi yang diungkapkan Yen, salah satu Staf di Rsi Sitti Rahmah, awal beroperasionalnya RSI Sitti Rahmah, Bu Je tidak segan-segan mengerjakan segala apa yang sebetulnya tidak patut ia kerjakan.

“Bu Je mengajari kami bagaimana memasang alas kasur, menyusun bunga, menata ruangan, bahkan bu Je sempat beberapa waktu memasak di dapur rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan makan pasien. Bu Je itu tidak pelit dengan ilmu. Kami bangga punya bos seperti Bu Je yang memiliki perhatian dan memiliki sifat dan sikap keibuan yang patut dicontoh dan ditauladani.”

Salah satu menantu Bu Je mengungkapkan, bahwa Bu Je itu guru, guru semua orang. Guru yang bijak. Sebagai guru semua anak-anaknya boleh dikatakan sudah “jadi”, Wahyu Amran sekarang dokter, Fadli Amran wali kota di Padangpanjang dan sekarang mau maju jadi wali kota Padang, Irvan Amran Ketua Umum Kadin Kota padang, Afdal Amran mengabdi Yayasan dan di Universitas Baiturrahmah, Ikhsan Amran dokter Spesialis Anastaesi, Rahma dokter umum dan Rahmi dokter gigi.

Keberhasilan Bu Je membina anak-anaknya ini tentu tidak terlepas dari suaminya yang sedari awal telah meletakkan kerangka landasan bagi keluarga dan usaha. Sama seperti apa yang telah dilakukan oleh Abak Wahab kepada One. Tangan dingin, kesabaran dan kedekatan kedua ibu hebat ini dengan Allah Azza Wajalla menempatkan One dan Bu Je menjadi suri teladan bagi keluarga besarnya di Simpuruik, Tanahdatar. (Syaharman Zanhar, Pemerhati Sosial)

Editor : Novitri Selvia
#Syaharman Zanhar #Ibu Je #Hj Maizarnis #Universitas Baiturrahmah