Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Padang Maraton Bahas APBD 2026, Target PAD Dinas Kesehatan Naik Jadi Rp40,5 Miliar

S

Suasana rapat banggar DPRD Kota Padang bersama OPD terkait.
Suasana rapat banggar DPRD Kota Padang bersama OPD terkait.
PADEK.JAWAPOS.COM—DPRD Kota Padang bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kembali melanjutkan rapat Badan Anggaran (Banggar) untuk membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, Rabu (12/11/2025).


Advertisement

Pembahasan digelar secara maraton karena sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum tuntas, termasuk Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas Perhubungan, dan BKD.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyatakan fokus pembahasan diarahkan pada optimalisasi potensi pendapatan daerah agar target yang dicanangkan Pemerintah Kota dapat tercapai.

“Optimalisasi pendapatan diharapkan memperkuat kemampuan fiskal daerah sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat meningkat,” ujarnya.

Advertisement

Dalam rapat tersebut, beberapa OPD mencatat kenaikan proyeksi pendapatan dibanding tahun sebelumnya.

Sektor kesehatan menjadi salah satu yang meningkat, baik dari RSUD maupun Dinas Kesehatan yang mengelola pendapatan dari 24 puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, memaparkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 sebesar Rp36,1 miliar, dengan 95 persen bersumber dari retribusi pelayanan kesehatan puskesmas atau sekitar Rp34,4 miliar.

Advertisement

Hingga Oktober, realisasi PAD telah mencapai 83,5 persen. “Insya Allah sampai Desember target Rp36,2 miliar dapat tercapai,” ujarnya.

Untuk 2026, Dinas Kesehatan mengusulkan target PAD sebesar Rp40,5 miliar, naik Rp4,3 miliar dari tahun sebelumnya.

Kenaikan target berasal dari potensi baru yang ditemukan dalam kajian bersama tim Banggar dan 24 puskesmas.

“Awalnya ditetapkan Rp36,5 miliar, namun hasil evaluasi menunjukkan potensi yang bisa dioptimalkan,” jelasnya.

Dr. Srikurnia juga menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan. Ia menyebut saat ini masih terdapat kekurangan 21 dokter di 16 puskesmas.

Idealnya, setiap puskesmas memiliki 4 sampai 7 dokter. Kekurangan ini menjadi pertimbangan untuk pengajuan rekrutmen dokter pada tahun anggaran berikutnya.

Selain itu, DPRD mencatat proyeksi pendapatan daerah Kota Padang tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan.

Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan tambahan dana Rp12 miliar, dengan potensi tambahan Rp13–14 miliar sebelum pengesahan APBD.

Pembahasan Banggar dijadwalkan berlangsung hingga dua hari ke depan untuk menuntaskan seluruh materi, termasuk sisi belanja daerah, guna memastikan APBD 2026 seimbang antara pendapatan dan pengeluaran. (yud)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kabut Asap Belum Reda, DPRD Padang Usul Sekolah Daring Jika Udara Kian Memburuk

Kabut Asap Belum Reda, DPRD Padang Usul Sekolah Daring Jika Udara Kian Memburuk

Kabut asap menyelimuti Padang dengan AQI 153. DPRD mengusulkan sekolah daring jika kualitas udara semakin memburuk dan berisiko bagi siswa.

Dukung Investasi di Kawasan HPL

Dukung Investasi di Kawasan HPL

Pelindo Regional 2 Teluk Bayur me­nggelar rapat dengar pendapa­t (hearing) bersama Komisi III DPRD Kota Padang

Segera Hapus Aset OPD tak Produktif

Segera Hapus Aset OPD tak Produktif

Komisi III DPRD Kota Padang membahas LKPD 2025 bersama OPD mitra kerja sebagai bagian fungsi pengawasan terhadap laporan keuangan pemerintah daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer