Untuk menghindari korban jiwa, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Padang memasang bendera dan palang dilarang berenang di beberapa titik rawan seperti Pantai Padang, Padang Cimpago dan Pantai Muarolasak.
Kepala Bidang Deatinasi dan Daya Tarik Pariwisata Kota Padang Diko Eka Putra mengatakan, pemasangan bendera sudah dilakukan minggu lalu dan kemudian dilanjutkan pemasangan palang yang baru selesai kemarin.
Palang ini dipasang untuk memberitahu wisatawan agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di Pantai Padang. Menurutnya, pemasangan bendera ini sesuai dengan kerawanan pantai. Bendera hitam berarti masyarakat dilarang berenang daerah tersebut, sedangkan bendera merah berarti masyarakat harus berhati-hati.
Selain memberikan peringatan dengan palang peringatan dan juga bendera, Dispar Padang juga memberdayakan relawan yang tergabung dalam Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) yang sudah dibentuk dari beberapa tahun lalu.
“Sekitar 30 Balawista akan berjaga di tiga titik tersebut pada pukul 16.00-18.00. Relawan Balawista ini adalah petugas kebersihan yang biasa membersihkan pantai di pagi hari,” tutur dia.
Relawan Balawista akan bekerja menjaga di tiga titik pantai tersebut pada Sabtu dan Minggu karena pada saat tersebut banyak wisatawan yang datang berkunjung baik dari dalam maupun luar kota.
Para Balawista akan bertugas hingga libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Nantinya waktu pengawasan juga akan ditambah seiring mendekati Nataru menjadi setiap hari. “Pemilihan relawan ini juga tidak sembarangan karena sebelumnya 30 Balawista ini juga sudah mendapatkan pelatihan dari Basarnas,” sambung dia.
Hingga saat ini, relawan Balawista hanya menjaga masyarakat di pinggir pantai dan ke depannya akan dilengkapi dengan life jacket. “Untuk boat, dulu kita sempat punya namun hilang. Saat ini kita akan coba meminjam boat milik Basarnas atau BPBD,” lanjut dia.
Pengawasan dari Balawista menurutnya sangat diperlukan saat ini mengingat cuaca yang ekstrem berbarengan dengan libur Nataru.
“Minggu lalu, salah satu Balawista berhasil menyelamatkan anak berumur lima tahun yang terlepas dari pengawasan orangtuanya di Pantai Cimpago hingga terseret ombak hingga ke tengah laut,” katanya. Semoga kejadian seperti ini tak terulang lagi dan Balawista bisa meminimalisir jatuhnya korban jiwa. (cr7) Editor : Novitri Selvia