Ini karena semua Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Air Minum Kota Padang yang berada dekat hulu sungai mengalami kerusakan yang cukup parah dihantam arus sungai. Jika dipresentasekan kerusakan mencapai 99 persen.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan, kerusakan terparah terdapat pada intake Palukahan Lubukminturun kapasitas air 300 liter per detik.
Lalu, intake Guo Kuranji kapasitas 80 liter per detik, intake Paraku 200 liter per detik dan Intake Jawa Gadut 160 liter per detik.
Kemudian, intake Kampuang Olo Nanggalo yang berada di pusat kota kapasitas 500 liter perdetik juga mengalami kerusakan. Selain itu intake Pengambiran Lubukbegalung dan intake Bungus Teluk Kabuang.
“Untuk itu kami minta dukungan semua pihak seperti pemerintah pusat, BUMN, PU, Dirjen Sumber Daya Air, Dirjen Cipta Karya, swasta, untuk membantu pemulihan, karena ini kebutuhan dasar masyarakat,” harap Hendra di sela-sela tinjauannya ke IPA Guo, Minggu (30/11).
Walau begitu, Perumda Air Minum Kota Padang berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pasokan air bersih melalui subsidi silang. Yakni, IPA yang kerusakan tidak begitu parah dipulihkan dan sebagian airnya dialihkan ke pelanggan yang IPAnya rusak parah.
Sejumlah IPA yang tidak mengalami kerusakan parah, sudah mulai pulih kembali. Seperti, Intake Sikayan kapasitas 140 liter per detik, Intake Ulu Gadut 160 liter per detik, Lubuk Minturun dan Paraku serta Bungus sudah mulai pulih.
Namun, untuk memulihkan semua IPA yang ada butuh waktu lebih kurang tiga bulan. “Karena kita akan membangun kembali infrastruktur yang rusak,” ucap Hendra.
Goro Bersihkan Intake
Perumda Air Minum Kota Padang mengerahkan seluruh kekuatan untuk memulihkan pelayanan air bersih pascabanjir.
Senin (1/12) seluruh karyawan dikerahkan untuk pembersihan intake Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Padang.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengajak seluruh karyawan membersihkan sisa-sisa material lumpur yang menutup aliran aitr ke intake.
Seluruh karyawan/karyawati Perumda Air Minum Kota Padang tak boleh manja. Mari bersama melakukan perbaikan untuk pelayanan kepada pelanggan dan seluruh warga Padang,” ajaknya.
Sementara itu, air PDAM di kawasan Lubukbuaya sampai Senin kemarin masih belum mengalir.
Roni, warga Kompleks Kamela Permai mengaku air PDAM di rumahnya masih mati. Untung di rumahnya ada sumur bor sehingga bisa memanfaatkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. (eni)
Editor : Adetio Purtama