Hal ini disebabkan oleh kejadian satu unit truk angkut batu bara yang mengalami kecelakaan tunggal, atau yang dikenal dengan istilah rebah kuda, tepat di kawasan Panorama I, Sitinjaulauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, Kota Padang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tersebut berdampak langsung pada kelancaran kendaraan yang melintas dari kedua arah.
Ps Kanit 2 Sitatib Subditgakkum Ditlantas Polda Sumbar, Iptu Jamaluddin, membenarkan kejadian tersebut. Menurut keterangannya, posisi truk yang terbalik menghalangi badan jalan, sehingga mengganggu pergerakan pengguna jalan dari arah Padang menuju Solok maupun sebaliknya.
“Kami laporkan satu unit truk pembawa batu bara mengalami rebah kuda yang sudah mengganggu arus lalu lintas,” ujar Iptu Jamaluddin, Jumat sore.
Menanggapi situasi ini, pihak kepolisian segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan arus lalu lintas. Ditlantas Polda Sumbar tengah melakukan koordinasi langsung dengan pihak PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) untuk proses evakuasi kendaraan bermuatan berat tersebut.
Pihak kepolisian berupaya agar proses pemindahan truk dapat diselesaikan dalam waktu singkat. “Kami akan melakukan evakuasi dan berkoordinasi dengan pihak HKI. Mudah-mudahan evakuasi ini secepat mungkin kita lakukan,” tambah Iptu Jamaluddin.
Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan terus berupaya mengatur skema lalu lintas agar kemacetan tidak semakin mengular.
Masyarakat dan para pengemudi yang sedang melintas di jalur Panorama I Sitinjaulauik diimbau untuk tetap tenang dan bersabar selama proses evakuasi berlangsung. (CC1)
Editor : Adetio Purtama