Jembatan tersebut menjadi penghubung penting bagi masyarakat setempat yang selama ini mengalami keterbatasan akses menuju berbagai fasilitas, termasuk sekolah, masjid, dan pusat aktivitas ekonomi warga.
Peresmian jembatan di Kampung Guo juga dirangkai dengan peluncuran program nasional 200 Jembatan Garuda melalui video conference yang diikuti sejumlah daerah di Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan Mayjen TNI Arief Gajah Mada, serta jajaran pejabat terkait.
Dalam rangkaian kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan prasasti peresmian jembatan oleh Pangdam sebagai tanda dimulainya pemanfaatan infrastruktur tersebut oleh masyarakat.
Bagi warga Kampung Guo, kehadiran Jembatan Gantung Merah Putih membawa perubahan besar dalam aktivitas sehari-hari karena jalur penghubung yang sebelumnya terbatas kini menjadi lebih mudah dilalui.
Salah seorang warga, Nirwana, mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut karena memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
“Sekarang jembatannya sudah siap dikerjakan oleh TNI. Rasanya senang dan bahagia. Semua akses jadi lancar, anak-anak pergi sekolah lancar, ke masjid juga lancar, ke kedai juga mudah,” ujarnya.
Ia mengatakan keberadaan jembatan tersebut juga membantu para orang tua dalam mengantar anak-anak ke sekolah karena jarak tempuh menjadi lebih dekat dan mudah dijangkau.
“Bahagia sekali melihat anak-anak sekolah. Sekarang tidak repot lagi mengantar, karena sudah dekat,” tambahnya.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya melalui video conference menekankan pentingnya kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi potensi bencana alam.
Ia menyebut Indonesia berada di kawasan Lingkaran Api atau Ring of Fire sehingga memerlukan kesiapan infrastruktur yang mampu mendukung mobilitas masyarakat ketika terjadi bencana.
Baca Juga: Pemprov Sumbar Tertibkan UMKM di Car Free Day Padang, Pedagang Dilarang Berjualan di Trotoar
“Kita sadar bahwa negara kita berada di Lingkaran Api atau Ring of Fire. Karena itu kita harus selalu siap menghadapi bencana alam,” kata Prabowo.
Presiden juga menilai penyelesaian ratusan jembatan dalam waktu sekitar dua setengah bulan merupakan capaian penting hasil kerja keras berbagai pihak.
“Peresmian 218 jembatan ini adalah prestasi luar biasa. Ini menunjukkan kesungguhan seluruh prajurit TNI dan petugas di daerah untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bukti kehadiran pemerintah hingga ke tingkat masyarakat paling kecil di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekaligus Ketua Satgas Jembatan Jenderal Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa program pembangunan jembatan terus dipercepat di berbagai wilayah.
“Saat ini kami sudah mulai mengerjakan 1.072 jembatan di seluruh Indonesia dan 218 di antaranya telah selesai,” katanya melalui video conference.
Berdasarkan laporan teknis pembangunan, jembatan yang dikerjakan terdiri dari berbagai jenis, antara lain Jembatan Bailey sebanyak 77 unit dengan 59 unit selesai dan delapan unit masih dalam proses pembangunan.
Selain itu terdapat pembangunan Jembatan Perintis sebanyak 269 unit dengan 222 unit telah dikerjakan dan 77 unit selesai dibangun, serta Jembatan Armco sebanyak 82 unit yang seluruhnya telah rampung.
Selain pembangunan jembatan, TNI juga melaksanakan pembangunan sarana pendukung di wilayah terdampak bencana berupa 544 sumur bor dan 272 fasilitas MCK darurat untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.(*)
Editor : Hendra Efison