Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Delapan Pengendara Terjatuh di Lokasi Perbaikan Jalan Raya Padang–Bukittinggi

Aris Prima Gunawan • Rabu, 12 November 2025 | 13:53 WIB

DALAM PERBAIKAN: Kondisi badan Jalan Padang-Bukittinggi di kawasan Korong Padangkunik, Nagari Buayan, Kecamatan Lubuakaluang, Kabupaten Padangpariaman yang tampak sudah dikeruk, kemarin.
DALAM PERBAIKAN: Kondisi badan Jalan Padang-Bukittinggi di kawasan Korong Padangkunik, Nagari Buayan, Kecamatan Lubuakaluang, Kabupaten Padangpariaman yang tampak sudah dikeruk, kemarin.


PADEK.JAWAPOs.COM-Perbaikan Jalan Raya Padang-Bukittinggi di ruas Batanganai-Lubuakaluang, ternyata membawa petaka bagi pengendara. Pasalnya, badan jalan yang dibongkar membuat cukup banyak pengendara yang terjatuh.

Kejadian itu dialami pengendara di kawasan Korong Padangkunik, Nagari Buayan Lubuakaluang. Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di lapangan, setidaknya sudah 8 kecelakaan yang diketahui warga sekitar.

Kecelakaan tunggal yang dialami pengendara sepeda motor, dominannya terjadi pada malam hari.

“Kemarin malam itu (Senin 10/11, red) memang banyak yang jatuh di sini. Sekitar delapan pesepeda motor,” ujar Eni, 40, salah seorang warga yang berdagang jagung di tepi jalan tersebut, kemarin.

Ia menjelaskan, titik jalan atau lokasi yang banyak jatuhnya pengendara, padahal langsung diaspal setelah dibongkar pada Senin (10/11). Memang ada satu titik lubang yang dibongkar belum sempat diaspal.

Menurutnya, kecelakaan itu diduga karena pengendara tidak mengetahui adanya titik jalan yang sedang dibongkar untuk diaspal ulang. “Kecelakaannya kan malam. Mungkin pengendara tidak melihat kondisi jalan karena gelap,” ujarnya.

Eni juga menjelaskan, lampu jalan di sana, tidak lagi terlalu terang. Bahkan, ada yang sering hidup-mati. “Kecelakaan terakhir itu kasihan sekali. Sebab pengendaranya sudah tua. Ia membonceng istrinya yang baru saja berobat di RSDU Parikmalintang,” ungkapnya.

Namun, sepengentahuannya tidak ada korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. “Kalau saat pengerjaan siang kemarin, ada polisi yang mengatur jalan di sini. Baik dari arah Padang ataupun Bukittinggi. Satu berdiri di depan warung saya ini. Satu lagi di ujung dekat bengkel itu,” tukas Eni.

Pantauan Padang Ekspres kemarin, titik jalan yang dibongkar untuk diaspal ulang masih cukup banyak di Korong Padangkunik itu. Di tepi jalan, memang terpancang plang kecil pemberitahuan perbaikan jalan yang terbuat dari bahan spanduk plastik.

Namun, plang itu hanya dapat terlihat oleh pengendara dari arah Padang. Titik kecelakaan itu menjadi rawan bagi pengendara tidak hanya karena minimnya penerangan.

Namun, kondisi jalan juga memiliki dua titik bengkolan. Sehingga, banyak pengendara kerap terkejut ketika mengetahui ada jalan yang dibongkar untuk diperbaiki.

“Tadi malam saya lewat di situ juga kaget. Sebab siangnya kan saya lihat orang sudah melakukan pengaspalan. Rupanya, ada yang belum diaspal,” ujar Ardian, 41, salah seorang warga Nagari Toboh Gadang yang setiap hari bekerja ke Batanganai.

Katanya, kondisi jalan di bengkolan Padangkunik itu, memang gelap malam hari. Sehingga, lubang jalan tidak terlihat.

“Kadang kita menghindari lubang lari keluar badan jalan malam berisiko, karena selokan (jika dari arah Padang, red). Sebab gundukan jalannya juga sudah menggelembung-gelembung,” tukasnya.

Kasat Lantas Polres Padangpariaman, Iptu Rudi Chandra, mengatakan bahwa sampai dengan kemarin, tidak ada yang melapor mengami kecelakaan. “Makanya saya juga kaget dengar kabar ada 7 kejadian kecelakaan di Padangkunik itu,” ungkapnya.

Kata Rudi, pihaknya pun tidak dapat melakukan tindakan terhadap pelaksana proyek, apabila tidak ada laporan yang masuk. “Kalau ada yang melapor tentu kita bisa melakukan penyelidikan. Kalau tidak tentu jatuhnya kami bertindak sepihak,” ucapnya.

Ia pun mengakui sudah tahu terkait video warga terhadap kecelakaan di Padangkunik. Namun, video itu tidak dapat dijadikan sebagai landasan untuk mengambil tindakan. Pasalnya, karena tidak adanya laporan polisi.

“Kami selalu melakukan penempatan petugas untuk pengaturan lalu lintas saat perbaikan jalan. Kami berterima kasih atas informasi ini,” tukas Rudi.

Sedangkan Kepala Dinas PUPR Padangpariaman, El Abdes Marsyam, berjanji akan menyampaikan informasi itu kepada Balai BPJN Sumatera Barat. “Apakah bisa bantu dokumentasi lokasi agar bisa kami sampaiak ke balai,” pinta El Abdes.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pjn I.1 Noor Aris Syamsu, merespons singkat. Ia mengatakan rekanan penyedia jasa sedang melaksanakan program pembukaan dan penutupan lobang paching.

“Diharapkan para pengguna jalan mengurangi kecapatan kendaraan dan dapat selalu berhati-hati  berkendara. Patuhi rambu-rambu dan arahan dari petugas kami di lapangan.,” tuturnya. (apg/yud)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Buayan #Iptu Rudi Chandra #Polres Padangpariaman #Dinas PUPR Padangpariaman #Jalan Raya Padang Bukittinggi #perbaikan jalan