Penandatanganan dilakukan di Gedung Film Pesona Indonesia bersama Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekraf, Fahmy Akmal.
Setelah ditandatangani, Adendum yang mengubah subsektor ekonomi kreatif unggulan Kota Padang menjadi kuliner ini diserahkan ke Kementerian Ekraf (Kemenekraf) yang dipimpin Menteri Teuku Riefky Harsya.
Subsektor Unggulan Kota Padang Beralih ke Kuliner
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa adendum PMK3I didasarkan pada penilaian dan kajian mendalam pemko bersama para pemangku kepentingan unsur hexahelix. Terdiri dari unsur akademisi, pelaku usaha, komunitas, dinas pariwisata, dan media.
Hasil kajian tersebut menetapkan perubahan subsektor unggulan dari seni pertunjukan menjadi subsektor kuliner. “Kita sudah melakukan kajian mendalam, bersama seluruh stakeholder, dan disimpulkan kita beralih kepada subsektor kuliner,” kata Fadly Amran.
Menurutnya, keputusan ini diambil untuk memperkuat posisi Kota Padang dalam proses menuju kota gastronomi dunia dan menjadi bagian dari Unesco Creative Cities Network (UCCN).
Target Dua Tahun Menuju Jejaring UCCN
Fadly Amran menjelaskan bahwa Kota Padang membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk mencapai pengakuan sebagai bagian dari UCCN.
Proses tersebut mencakup pemenuhan seluruh tahapan dan indikator yang dipersyaratkan dalam jejaring kota kreatif dunia. Targetnya, tahun 2027 tujuan tersebut terwujud.
“Kita sudah hitung timeline-nya, lebih kurang 2 tahun,” ujar Fadly Amran.
Ia menegaskan bahwa saat ini Kota Padang telah berada di jalur yang tepat dalam proses tersebut. “Yang terpenting, Kota Padang sudah on the track,” tambahnya.
Tim KaTa Kreatif Dukung Perubahan Sub-sektor
Dukungan terhadap perubahan subsektor unggulan juga disampaikan Yuliana Rini dari Tim Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif).
Menurut Yuliana, karakter utama Kota Padang sejak awal memang berada pada kekuatan kuliner. “Sejatinya Kota Padang itu core-nya unik di kuliner,” ungkap Yuliana Rini.
Ia menjelaskan bahwa pada pendataan awal, Kota Padang lebih menonjolkan seni pertunjukan. Namun, perubahan sistem dan pendekatan penilaian membuat subsektor kuliner dinilai lebih relevan dan kuat.
Padang Jadi Kota Kedua Adendum Sub-sektor
Yuliana Rini menambahkan bahwa Kota Padang menjadi kota kedua yang melakukan adendum perubahan subsektor lokomotif dalam program kota kreatif nasional.
Sebelumnya, Yogyakarta melakukan perubahan subsektor pada 2024, dari aplikasi dan game menjadi seni rupa.
Langkah Kota Padang ini menandai fase awal transformasi menuju kota gastronomi dunia berbasis kebijakan resmi dan penilaian nasional.(*)
Editor : Heri Sugiarto