Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia, Wali Kota Teken Adendum PMK3I Kuliner di Kemenekraf

Heri Sugiarto • Senin, 9 Februari 2026 | 17:27 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran menandatangani adendum PMK3I subsektor kuliner menuju Kota Gastronomi Dunia bersama Kementerian Ekraf di Gedung Film Pesona Indonesia.(Foto: Prokopim Pemko)
Wali Kota Padang Fadly Amran menandatangani adendum PMK3I subsektor kuliner menuju Kota Gastronomi Dunia bersama Kementerian Ekraf di Gedung Film Pesona Indonesia.(Foto: Prokopim Pemko)
PADEK.JAWAPOS.COM-Padang resmi memulai tahapan menuju Kota Gastronomi Dunia. Wali Kota Padang Fadly Amran menandatangani adendum Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Penandatanganan dilakukan di Gedung Film Pesona Indonesia bersama Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekraf, Fahmy Akmal.

Setelah ditandatangani, Adendum yang mengubah subsektor ekonomi kreatif unggulan Kota Padang menjadi kuliner ini diserahkan ke Kementerian Ekraf (Kemenekraf) yang dipimpin Menteri Teuku Riefky Harsya.

Subsektor Unggulan Kota Padang Beralih ke Kuliner

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa adendum PMK3I didasarkan pada penilaian dan kajian mendalam pemko bersama para pemangku kepentingan unsur hexahelix. Terdiri dari unsur akademisi, pelaku usaha, komunitas, dinas pariwisata, dan media. 

Hasil kajian tersebut menetapkan perubahan subsektor unggulan dari seni pertunjukan menjadi subsektor kuliner. “Kita sudah melakukan kajian mendalam, bersama seluruh stakeholder, dan disimpulkan kita beralih kepada subsektor kuliner,” kata Fadly Amran.

Menurutnya, keputusan ini diambil untuk memperkuat posisi Kota Padang dalam proses menuju kota gastronomi dunia dan menjadi bagian dari Unesco Creative Cities Network (UCCN).

Target Dua Tahun Menuju Jejaring UCCN

Fadly Amran menjelaskan bahwa Kota Padang membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk mencapai pengakuan sebagai bagian dari UCCN. 

Proses tersebut mencakup pemenuhan seluruh tahapan dan indikator yang dipersyaratkan dalam jejaring kota kreatif dunia. Targetnya, tahun 2027 tujuan tersebut terwujud.

“Kita sudah hitung timeline-nya, lebih kurang 2 tahun,” ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan bahwa saat ini Kota Padang telah berada di jalur yang tepat dalam proses tersebut. “Yang terpenting, Kota Padang sudah on the track,” tambahnya.

Tim KaTa Kreatif Dukung Perubahan Sub-sektor

Dukungan terhadap perubahan subsektor unggulan juga disampaikan Yuliana Rini dari Tim Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif).

Menurut Yuliana, karakter utama Kota Padang sejak awal memang berada pada kekuatan kuliner. “Sejatinya Kota Padang itu core-nya unik di kuliner,” ungkap Yuliana Rini.

Ia menjelaskan bahwa pada pendataan awal, Kota Padang lebih menonjolkan seni pertunjukan. Namun, perubahan sistem dan pendekatan penilaian membuat subsektor kuliner dinilai lebih relevan dan kuat.

Padang Jadi Kota Kedua Adendum Sub-sektor

Yuliana Rini menambahkan bahwa Kota Padang menjadi kota kedua yang melakukan adendum perubahan subsektor lokomotif dalam program kota kreatif nasional.

Sebelumnya, Yogyakarta melakukan perubahan subsektor pada 2024, dari aplikasi dan game menjadi seni rupa.

Langkah Kota Padang ini menandai fase awal transformasi menuju kota gastronomi dunia berbasis kebijakan resmi dan penilaian nasional.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#fadly amran #kuliner padang #Padang Kota Gastronomi Dunia #Unesco Creative Cities Network #pemko padang #kota kreatif Indonesia #ekonomi kreatif Padang #PMK3I Kota Padang