Objek wisata pemandian Bendungan Sontang sering menjadi tujuan wisata pada hari-hari libur, apalagi libur nasional seperti ini. Salah seorang pengunjung, Rustam, 38 membawa keluarga untuk menikmati liburan.
Ia mengatakan, pada liburan kali ini, dirinya mengajak anak berserta istri untuk menghilangkan kebosanan selama bekerja. Selain itu, selama libur anak sekolah, dirinya belum pernah mambawa keluarga untuk bersenang-senang.
“Ini sebenarnya permintaan anak-anak, karena besok sudah mulai masuk sekolah, kita juga besok akan fokus bekerja seperti biasa, untuk menghilangkan kebosanan, saya secara pribadi membawa ke tempat yang dekat dan terjangkau,” ujarnya.
Ia mengaku tertarik mengunjungi wisata pemandian karena wisata pemandian hanya cukup membayar biaya parkir saja. Sementara untuk menikmati sensasi mandi, ia tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan, karena hanya mengandalkan aliran sungai.
Kecuali kalau ingin menyewa pelampung dan biaya konsumsi pribadi. “Selain dekat dengan dengan lokasi rumah, wisata pemandian ini juga hanya bermodalkan biaya parkir saja,” ujarnya.
Ia berharap, di awal tahun ini, masyarakat lebih mengandalkan wisata-wisata yang dekat dengan lokasi rumah, atau wisata di sekitar Kabupaten Pasaman agar bisa membantu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.
“Untuk apa liburan jauh-jauh kalau lokasi wisata ada di daerah kita. Lebih baik kita bantu menghidupkan kembali wisata-wisata yang ada di Pasaman dan bersama-sama mengunjunginya,” pungkasnya.
Pengunjung lain, Erma Lina, 28, mengungkapkan, lokasi wisata pemandian sangat terjangkau, sehingga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.
“Biaya parkir hanya Rp5 ribu, sudah bisa membawa anak untuk menghilangkan kebosanan di sela-sela aktivitas sehari-hari. Kemudian, biaya makanan di sekitar lokasi wisata juga tergolong cukup murah,” ujarnya.
Ia berharap, untuk lokasi-lokasi wisata yang ada di Kabupaten Pasaman dapat dikelola dengan baik, agar masyarakat dapat beralih menikmati wisata lokal yang selama ini, masyarakat hanya mencoba menikmati liburannya di luar-luar daerah.
“Harapan kita, pengelolaan wisata di Kabupaten Pasaman lebih ditingkatkan lagi. Bagaimanapun, masyarakat kita mayoritas bekerja sebagai petani, jadi untuk menikmati liburan seperti ini, baiknya dilakukan di daerah sendiri untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah,” tukasnya.
Sementara itu, seorang pedagang yang berjualan di lokasi wisata pemandian, Nurhasanah, 48, merasakan manfaat dari libur awal tahun ini. Ia mengaku, omzet penjualannya meningkat lima kali lipat dari hari biasa.
“Alhamdulillah, rezeki awal tahun, biasanya omzet hanya sekitar Rp200 ribu per hari, namun untuk sekarang, Insya Allah lebih dari cukup, lima kali lipat dari hari biasa,” jelasnya.
Ia berharap, pengunjung terus berdatangan ke wisata pemandian, sehingga dapat membantu pedagang-pedagang seperti mereka. “Harapan kami, usaha semakin lancar, pengunjung banyak, bukan hanya hari ini, melainkan untuk hari-hari ke depannya,” tutupnya. (cr8) Editor : Novitri Selvia