Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rektor Unand Janji Tindak Tegas Praktik Curang dalam Penerimaan Calon Peserta PPDS

Hendra Efison • Selasa, 16 April 2024 | 16:31 WIB
Rektor Universitas Andalas Padang, Dr Efa Yonnedi
Rektor Universitas Andalas Padang, Dr Efa Yonnedi

PADEK.JAWAPOS.COM—Rektor Universitas Andalas Dr Efa Yonnedi berjanji bertindak tegas, jika terbukti kecurangan maupun praktik pungli terhadap seleksi penerimaan calon peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang.

Hal ini diungkapkan Rektor Unand saat diwawancarai awak media usai kegiatan halalbihalal di Kampus Unand, Limau Manis, Padang, Selasa (16/4/2024).

"Kita akan menindak tegas jika memang ada dugaan terjadinya kecurangan di lingkungan civitas akademika Universitas Andalas," ujar Efa Yonnedi.

Lebih lanjut, Efa Yonnedi mempercayakan Tim Investigasi bentukan Dekan Fakultas Kedokteran Unand untuk mengumpulkan data dan fakta terkait kasus tersebut.

"Kita memberikan apresiasi kepada Dekan Fakultas Kedokteran Unand yang bergerak cepat dengan membentuk tim untuk mengumpulkan data dan fakta, atas dugaan adanya oknum yang meminta sejumlah uang dalam seleksi penerimaan calon peserta didik PPDS. Yang jelas kita akan menindak tegas dan tidak mentolerir ini jika benar terjadi," jabarnya.

Sebelumnya, seorang dokter senior di Kota Padang menjelaskan adanya dugaan oknum tertentu yang meminta sejumlah uang kepada calon peserta didik PPDS FK Unand.

Dokter senior tersebut menjelaskan, karena beberapa kali gagal test masuk PPDS, beberapa calon peserta didik PPDS mengaku menyetorkan sejumlah uang agar dijamin kelulusan dalam seleksi penerimaan calon PPDS di FK Unand.

"Diduga ada uang pelicin demi lulus dalam seleksi calon PPDS di FK Unand yang mencapai 400 juta rupiah atau lebih," ujarnya, Minggu (24/3).

"Ada beberapa orang calon peserta seleksi PPDS Obstetri & Ginekologi yang diduga menyetorkan uang 400 juta rupiah kepada kurir agar lulus dalam seleksi penerimaan calon peserta didik program pendidikan ini," tambahnya.

"Kita berharap, kasus ini dikawal terus hingga menemukan titik kebenaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," harapnya. (edg)

Editor : Hendra Efison
#ppds fk unand #program pendidikan dokter spesialis #rektor unand #Dr Efa Yonnedi