“Saat ini rekayasa genetika padi varietas Anak Daro telah memasuki Mutan (M) ke enam. Pada Minggu keempat Mei 2023 ini sedang dilakukan pertanaman pada dua lokasi di Kelompok Tani Keluarga Saiyo Kelurahan Tanahgaram,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Zulkifli.
Pemerintah Kota Solok sedang melakukan perekayasaan padi varietas Anak Daro yang diinisiasi sejak tahun 2015 dan dimulai pelaksanaan 2018 dan sekarang telah memasuki tahap M-6. Kerja sama ini perekayasaan genetika padi Anak Daro ditandatangani Pemerintah Kota Solok dengan BRIN (yang saat itu masih bernama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).
Tujuan perekayasaan padi ini adalah memperpendek umur panen padi dan agar lebih tahan terhadap penyakit. Walaupun melalui tahap rekayasa genetika dengan penyinaran radiasi namun dipastikan nanti verietas yang dihasilkan aman dikonsumsi.
Benih M-6 ini telah disemai di kebun belakang Kantor Dinas Pertanian Kota Solok menggunakan potongan paralon ukuran 2,5 inchi dengan panjang 20 centimeter. Saat dilakukan pertanaman kali ini, umur benih telah mencapai 3 minggu.
Benih M-6 ini dilaksanakan dalam dua kali pertanaman yaitu Mei dan Oktober 2023. Pertanaman pertama untuk perbanyakan benih padi dan pertanaman kedua untuk uji Penyakit Blast.
Kamis (11/5), dilakukan panen padi varietas Anak Daro yang sebelumnya telah menerapkan cara budi daya yang benar dan tepat di lahan petani. Panen tersebut, merupakan bagian dari tanam padi varietas Anak Daro seluas 20 hektare musim ini. Hasil ubinan diperoleh 7,8 ton per hektare, (di atas rata-rata produktivitas yaitu 6,2 ton per hektare).
Dengan budi daya padi yang benar dapat memininalkan serangan penyakit blast dan hama wereng serta tikus sehingga pertumbuhan padi sempurna dan merata serta bulirnya bernas.
Dijelaskan Zulkifli, Pemko Solok terus lakukan inovasi teknologi untuk mendukung produksi beras di Kota Solok, hal tersebut karena di Kota Solok pertanian sudah menjadi sebuah industri.
“Saat ini, beras sudah menjadi sebuah industri, dimana masa panen harus singkat, tanpa mengurangi kualitas dan kemurnian beras, apalagi teknologi untuk mencapai itu sudah ada, dan tinggal memanfaatkannya saja,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, padi jenis Anak Daro saat ini kurang diminati petani, lantaran umur atau jarak antara masa tanam dengan masa panen padi tersebut cukup lama dibanding padi jenis lain. Apalagi, di kota Solok, pertanian khususnya sawah merupakan penopang utama perekonomian masyarakat.
Kemudian, sebagai ujung tombak penelitian tersebut, di Kota Solok pun sudah ada Desa Mandiri Benih (DMB) yang merupakan suatu kegiatan yang dibuat untuk mendukung percepatan tanam di sektor perbenihan padi.
Oleh karena itu, Dinas Pertanian terus menggalakkan para petani untuk memperbanyak menanam padi varietas Anak Daro dengan sistem budidaya yang benar. Dengan cara budidaya yang benar dan tepat, hasil yang diperoleh akan lebih maksimal. Harga jual padi Anak Daro di pasaran saat ini tertinggi bersama dengan varietas Cisokan. (frk) Editor : Novitri Selvia