Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Musda V IJTI Sumbar, Jurnalis Televisi Diingatkan Utamakan Akurasi dan Empati

Adetio Purtama
Penulis: Adetio Purtama❯
KPID Sumbar memperkuat pemahaman jurnalis televisi mengenai etika penyiaran dan peliputan bencana melalui Bimtek P3SPS dalam rangkaian Musda V IJTI Sumbar, Jumat (23/10/2026). (DOKUMENTASI IJTI SUMBAR)
KPID Sumbar memperkuat pemahaman jurnalis televisi mengenai etika penyiaran dan peliputan bencana melalui Bimtek P3SPS dalam rangkaian Musda V IJTI Sumbar, Jumat (23/10/2026). (DOKUMENTASI IJTI SUMBAR)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat pemahaman jurnalis televisi mengenai etika penyiaran dan peliputan bencana melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sumbar. Bimtek ini menekankan pentingnya menyajikan informasi kebencanaan secara cepat dan akurat tanpa mengabaikan empati, hak korban, serta dampak psikologis terhadap masyarakat.

Ketua KPID Sumbar, Yusrin Trinanda, mengatakan, kondisi geografis Sumbar yang memiliki potensi berbagai bencana alam menuntut media televisi untuk menyampaikan informasi secara bertanggung jawab, terutama ketika situasi darurat berlangsung.

Ancaman gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, tanah longsor, hingga banjir bandang membuat masyarakat membutuhkan informasi yang akurat, terverifikasi, dan tidak memicu kepanikan.

"Provinsi Sumatera Barat yang kita cintai ini secara geografis merupakan daerah dengan potensi bencana alam yang sangat tinggi, mulai dari gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, tanah longsor dan banjir bandang," kata Yusrin, Jumat (23/10/2026) malam.

Advertisement

Menurutnya, kecepatan penyampaian informasi harus diimbangi dengan ketepatan dan pertimbangan terhadap dampaknya bagi masyarakat.

"Dalam situasi kritis dan darurat bencana ini, informasi yang akurat, cepat dan tak menimbulkan kepanikan adalah kebutuhan kita masyarakat," ujarnya.

Yusrin menilai, media televisi memiliki peran strategis dalam penyampaian informasi publik karena mampu menampilkan kondisi di lapangan melalui tayangan audiovisual. Namun, penggunaan gambar dalam pemberitaan bencana harus tetap memperhatikan etika dan ketentuan penyiaran.

Visual Dramatis Tidak Boleh Mengabaikan Hak Korban

Dalam peliputan bencana, jurnalis televisi menghadapi tuntutan untuk bergerak cepat, memperoleh gambar, dan menyampaikan perkembangan peristiwa kepada masyarakat. Namun, upaya menghadirkan visual dramatis tidak boleh mengesampingkan prinsip kemanusiaan.

Yusrin menegaskan, penguatan pemahaman terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) diperlukan agar jurnalis mampu menghasilkan tayangan yang sesuai dengan standar penyiaran dan bertanggung jawab kepada publik.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Defri Mulyadi kembali Terpilih Jadi Ketua IJTI Sumbar Periode 2026-2030

Defri Mulyadi kembali Terpilih Jadi Ketua IJTI Sumbar Periode 2026-2030

Defri Mulyadi kembali terpilih sebagai Ketua IJTI Pengda Sumbar periode 2026-2030 setelah meraih 38 suara dalam Musda V IJTI Sumbar.

Musda V IJTI Sumbar Bahas Peran CSR dalam Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi

Musda V IJTI Sumbar Bahas Peran CSR dalam Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi

Musda V IJTI Sumbar di Padang membahas peran CSR perusahaan dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi, pemulihan pascabencana.

IJTI Sumbar Gelar Musda V di Padang, Perkuat Peran Jurnalis dalam Komunikasi Kebencanaan

IJTI Sumbar Gelar Musda V di Padang, Perkuat Peran Jurnalis dalam Komunikasi Kebencanaan

Musda V IJTI Sumbar pada 23–25 Oktober 2026 di Padang membahas peran jurnalis televisi dalam komunikasi kebencanaan, mitigasi risiko.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer