Ketua Pos Pendakian Gunung Talang lewat Bukik Bulek, Syairun, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan aturan rutin yang diberlakukan setiap tahun selama bulan puasa.
“Kami akan menutup jalur pendakian Gunung Talang lewat Bukik Bulek mulai besok, Rabu (18/2/2026), dan membukanya lagi satu hari setelah Lebaran,” ujar Syairun, Selasa (17/2/2026).
Penutupan dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan di kawasan sekitar gunung selama Ramadan berlangsung.
Petugas pengelola kawasan meminta seluruh calon pendaki untuk mematuhi aturan tersebut dan tidak melakukan aktivitas pendakian selama masa penutupan.
“Kami minta pendaki jangan naik gunung selama Ramadhan, sampai jalurnya dibuka lagi,” kata petugas.
Gunung Talang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit pendaki, terutama karena beberapa gunung lain di Sumatera Barat sedang dalam masa penutupan, sehingga arus kunjungan kerap beralih ke kawasan tersebut.
Syairun menjelaskan bahwa setelah masa Lebaran berakhir dan jalur kembali dibuka, aktivitas pendakian biasanya meningkat signifikan, termasuk kedatangan pendaki dari luar daerah yang memanfaatkan momen libur Idul fitri.
“Biasanya setelah Lebaran ramai lagi. Pos pendakian lain di Sumbar juga biasanya ditutup selama Ramadhan,” kata Syairun.
Kebijakan penutupan ini hanya berlaku untuk jalur pendakian melalui Bukik Bulek sesuai pengelolaan pos setempat, dan akan kembali normal setelah tanggal pembukaan yang telah ditetapkan.
Dengan penutupan sementara ini, pengelola berharap tidak ada aktivitas pendakian ilegal selama Ramadan, sehingga kondisi kawasan tetap terjaga hingga dibuka kembali pada 21 Maret 2026.
Setelah jalur resmi dibuka kembali pasca-Idul fitri, pendakian Gunung Talang akan beroperasi seperti biasa dan melayani pendaki yang ingin menikmati kawasan tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison