Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gempa M4,7 Guncang Pasaman Barat Dini Hari, Terasa di Mentawai dan Nias Selatan

Heri Sugiarto • Kamis, 26 Februari 2026 | 02:15 WIB

Peta guncangan gempa M4.7 Pasaman Barat 26 Februari 2026 menunjukkan lokasi episenter di laut 111 km barat daya Pasaman Barat.(Foto: BMKG)
Peta guncangan gempa M4.7 Pasaman Barat 26 Februari 2026 menunjukkan lokasi episenter di laut 111 km barat daya Pasaman Barat.(Foto: BMKG)
PADEK.JAWAPOS.COM-Wilayah Pasaman Barat diguncang gempabumi tektonik pada Kamis (26/2/2026) pukul 00.49.28 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,7.

Lokasi Episenter dan Pemicu Gempa

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, menyampaikan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 0,42° LS dan 98,98° BT.

Titik tersebut terletak di laut pada jarak 111 kilometer barat daya Pasaman Barat, dengan kedalaman hiposenter 24 kilometer.

Rahmat menjelaskan bahwa gempa tergolong dangkal berdasarkan kedalamannya.

Menurut BMKG, pemicu guncangan berasal dari aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," ungkapnya.

Dampak Guncangan dan Intensitas

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa ini dirasakan dengan intensitas III MMI pada sejumlah wilayah. Daerah tersebut meliputi Pulau-Pulau Batu Timur, Nias Selatan, Siberut Barat, dan Siberut Utara, Kepulauan Mentawai. Skala III MMI menggambarkan getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah, dengan sensasi menyerupai truk besar melintas.

Hingga laporan ini disusun, BMKG belum menerima informasi mengenai kerusakan akibat guncangan tersebut.

Hasil pemodelan resmi BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Tidak Ada Aftershock dan Imbauan BMKG

BMKG juga melaporkan bahwa hingga pukul 01.25 WIB, tidak terdeteksi adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Dalam keterangannya, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi. Informasi terbaru dapat diperoleh melalui aplikasi seluler, situs web, serta kanal media sosial resmi BMKG.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#tidak berpotensi tsunami #bmkg #gempa pasaman barat #Rahmat Triyono BMKG #nias selatan #mentawai #gempa sumatera barat