Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bawaslu Agam Gandeng MAN 5 Agam, Perkuat Pengawasan Pemilu dari Pemilih Pemula

Putra Susanto • Jumat, 6 Februari 2026 | 11:25 WIB

 

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ketua Bawaslu Agam Suhendra dan Kepala MAN 5 Agam Suhermi, Rabu (4/2).
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ketua Bawaslu Agam Suhendra dan Kepala MAN 5 Agam Suhermi, Rabu (4/2).
PADEK.JAWAPOS.COM—Bawaslu Kabupaten Agam terus memperluas strategi pengawasan pemilu ke ruang-ruang kelas. Tak lagi sekadar mengandalkan pengawasan formal, lembaga pengawas pemilu itu menggandeng MAN 5 Agam untuk memperluas basis pengawasan partisipatif, terutama menyasar pemilih pemula yang selama ini dinilai masih minim literasi kepemiluan.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ketua Bawaslu Agam Suhendra dan Kepala MAN 5 Agam Suhermi, Rabu (4/2) di Lubukbasung.

Kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi Bawaslu untuk lebih intensif masuk ke lingkungan sekolah dalam agenda pendidikan demokrasi dan pengawasan pemilu partisipatif.

Ketua Bawaslu Agam Suhendra menegaskan, keterlibatan sekolah menjadi penting karena pengawasan pemilu tidak cukup jika hanya bertumpu pada struktur resmi pengawas. Partisipasi publik, terutama generasi muda, dinilai krusial untuk memperkuat kualitas demokrasi ke depan.

”Pemilih pemula ini kelompok strategis. Kalau sejak dini mereka paham hak pilih, tahu potensi pelanggaran, dan berani melapor, kualitas pemilu akan jauh lebih baik. Pengawasan tidak bisa hanya diserahkan ke Bawaslu,” ujarnya.

Bawaslu Agam melihat dunia pendidikan sebagai ruang efektif membangun kesadaran demokrasi sejak awal. Melalui kerja sama ini, sejumlah program akan didorong, mulai dari pendidikan kepemiluan, Pojok Pengawasan, hingga pengembangan pengawasan partisipatif berbasis sekolah.

Koordinator Divisi P2H Bawaslu Agam, Yuhendra, menyebut kerja sama dengan MAN 5 Agam menjadi pondasi untuk memperluas program ”Kelas Demokrasi” di sekolah-sekolah. Menurutnya, sosialisasi di sekolah jauh lebih berdampak karena langsung menyasar kelompok yang kelak menjadi penentu hasil pemilu.

”Anak-anak sekolah ini calon pemilih. Kalau mereka tidak dibekali pemahaman demokrasi dan pengawasan pemilu, kita akan terus menghadapi masalah klasik: apatisme politik, politik uang, hingga pembiaran pelanggaran,” katanya.

Penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan menjelang pelaksanaan kegiatan ”Kelas Demokrasi” di MAN 5 Agam pada hari yang sama. Seluruh anggota Bawaslu Agam turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Melalui kerja sama ini, Bawaslu Agam berharap lahir ekosistem pengawasan pemilu yang tidak hanya bergantung pada aparat pengawas, tetapi tumbuh dari kesadaran masyarakat, dimulai dari bangku sekolah. Tujuannya jelas yakni mencetak generasi muda yang melek demokrasi, kritis, dan berani mengawal proses pemilu agar berjalan jujur dan bermartabat. (*)

 

Editor : Eri Mardinal
#MAN 5 Agam #Bawaslu Agam #Pengawasan pemilu #pemilih pemula