PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Agam kembali menguatkan komitmen pemulihan kehidupan warga terdampak banjir lahar dingin Gunung Marapi.
Sebanyak 73 kepala keluarga (KK) yang sudah menempati hunian tetap (Huntap) relokasi di Talago, Nagari Lubukbasung, menerima bantuan perlengkapan rumah tangga senilai total Rp 219 juta.
Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah mengatakan bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Sosial RI. Setiap KK memperoleh paket perlengkapan rumah tangga senilai Rp 3 juta.
Benni menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi bentuk kehadiran negara dalam memastikan warga bisa kembali menjalani hidup dengan layak pascabencana.
“Pemerintah hadir bukan hanya saat musibah terjadi, tetapi juga memastikan kehidupan masyarakat pulih. Ini bagian dari semangat kepahlawanan—berjuang untuk kemanusiaan dan kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Ia berharap bantuan itu dapat meringankan beban warga dan memantik kembali semangat untuk bangkit. “Semoga ini menjadi dorongan agar kita terus bersyukur, berdaya, dan bersama-sama membangun Agam yang lebih baik,” tambahnya.
Sebanyak 73 KK penerima merupakan warga terdampak banjir lahar dingin 2024 dari Kecamatan Canduang, Ampekangkek, Sungaipua, dan Malalak. Mereka sudah menempati Huntap yang dibangun pemerintah pada 2024–2025.
Bantuan ini melengkapi langkah Pemkab Agam dalam membangun ulang kehidupan warga relokasi. Sebelumnya, pemerintah menyalurkan bantuan alat produktif berupa mesin jahit dan obras senilai Rp 122 juta bagi 9 keluarga.
Program itu diprioritaskan agar warga tidak sekadar menempati rumah baru, tetapi bisa kembali produktif dan mandiri.
Asisten Administrasi Umum Setkab Agam, Syatria, menyebut bantuan alat usaha tersebut merupakan tindak lanjut pendataan kebutuhan ekonomi warga Huntap.
“Ini bukan hanya alat, tapi modal awal. Kita ingin warga tidak hanya pulih, tapi bangkit,” ujarnya waktu itu.
Direktur Jenderal Perumahan Pedesaan Kementerian PUPR, Imran, juga mengingatkan bahwa relokasi tidak berhenti pada penyediaan bangunan. Pemberdayaan ekonomi harus berjalan agar warga tidak menjadi “penghuni pasif”.
Pemkab Agam menyatakan akan memperluas program pemulihan ekonomi berbasis keterampilan dan potensi lokal—mulai dari usaha jahit, kuliner, sampai kegiatan mikro rumah tangga lainnya.
Pemerintah menargetkan Huntap tidak hanya menjadi permukiman baru, tetapi pusat tumbuhnya ekonomi warga pascabencana. (ptr)
Editor : Novitri Selvia