PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Agam mulai mengisi kembali cadangan pangan daerah yang sempat terkuras habis untuk penanganan berbagai bencana dalam dua tahun terakhir. Tahun 2026 ini, total pengadaan cadangan pangan mencapai 123 ton dengan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar.
Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPP) Agam, Rosva Deswira, mengatakan pengadaan tersebut terdiri dari cadangan pangan yang bersumber dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahap II sebanyak 117 ton ditambah pengadaan reguler 6 ton.
“Jadi total cadangan pangan yang kita isi tahun ini sebanyak 123 ton,” ujar Rosva, Kamis (7/5).
Baca Juga: Huntap Mandiri dan Terpadu di Tanahdatar Dipercepat, Warga Siapkan Lahan Sendiri
Menurut Rosva, stok cadangan pangan pemerintah daerah sebelumnya praktis habis karena seluruh persediaan dikeluarkan untuk membantu masyarakat terdampak berbagai bencana, mulai dari bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi, kekeringan hingga bencana galodo di sejumlah wilayah Agam pada akhir November 2025 lalu.
“Cadangan pangan kita di Bulog tinggal lebih kurang 1 ton. Karena kemarin seluruhnya digunakan untuk masyarakat terdampak bencana,” katanya.
Ia menyebut, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus kembali memperkuat stok pangan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana maupun keadaan darurat lainnya.
Baca Juga: Empat Petak Rumah Kontrakan di Dharmasraya Terbakar, Dua Penghuni Alami Luka Bakar
Saat ini, proses pengadaan tinggal menunggu penyelesaian kerja sama dengan Bulog sebelum penyaluran dan penyimpanan dilakukan.
“Progresnya sekarang tinggal penyelesaian kerja sama dengan Bulog,” jelasnya.
DKPP Agam menilai keberadaan cadangan pangan daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam penanganan cepat saat terjadi bencana maupun gejolak pangan di tengah masyarakat. (ptr)
Editor : Novitri Selvia