Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Golkar-PDIP Ambil Alih Dominasi di Dapil Enam Sumbar, Nasib Petahana di Ujung Tanduk

Novitri Selvia • Rabu, 28 Februari 2024 | 10:17 WIB

Partai Golkar mendominasi di Dapil 6 Sumbar.(Jawapos)
Partai Golkar mendominasi di Dapil 6 Sumbar.(Jawapos)
Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Dapil 6 Sumbar tampaknya benar-benar mengalami perubahan signifikan. Pasalnya, seluruh partai politik (parpol) yang mendominasi di Pileg 2019, malah berpotensi kekurangan kursi di tahun ini. Yakni Partai Gerindra, Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Dapil Sumbar 6 Sumbar terdiri dari Sijunjung, Tanahdatar, Dharmasraya, Sawahlunto, Padangpanjang dengan jumlah 11 kursi.

Untuk diketahui, hasil Pileg 2019 di Dapil 6 Sumbar ini, Partai Gerindra berhasil menduduki 2 kursi, Partai Demokrat 2 kursi, dan PAN 2 kursi. Lalu Partai Golkar 1 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 1 kursi, Partai Nasdem 1 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 1 kursi, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 1 kursi.

Data yang dihimpun Padang Ekspres di pemilu2024.kpu.go.id pada Selasa (27/2), progres update untuk Dapil 6 Sumbar sudah 67,12%. Dari hasil perhitungan dengan metode sainte lague, diperoleh hasil bahwa dominasi suara dikantongi Partai Golkar dan PDIP. Kedua parpol ini pun untuk sementara mengantongi dua kursi DPRD Sumbar dari Dapil 6.

Perombakan formasi parpol di Dapil 6 Sumbar sudah tentu berdampak kepada petahana di parpol pemenang sebelumnya. Jika mereka benar-benar hanya mampu mendapat satu kursi penghitungan akhir, sudah tentu harus ada petahana yang ikhlas gagal kembali ke DPRD Sumbar.

Tidak saja dalam tekanan persaingan antar parpol, sebenarnya di Dapil 6 Sumbar ini dominan petahananya sudah dalam di ujung tanduk. Sebab, mereka mendapatkan perlawanan kuat dari rekan-rekan satu partainya.

Misalnya di PAN, petahananya Daswanto mungkin sudah dalam posisi aman. Sedangkan Bukhari Dt Tuo, benar-benar terancam gagal dapat tiket kemenangan. Bukan perkara kursi PAN yang akan berkurang, tapi perolehan suaranya memang sangat jauh tertinggal hingga saat ini.

Nasib yang serupa dengan petahana Arkadius Dt Intan Bano. Capaian suaranya sampai sekarang masih sangat jauh untuk menjamin dirinya kembali ke Parlemen Ranah Minang. Sedangkan petrahana Demokrat, Jefri Masrul, tampaknya sedikit lega.

Parahnya lagi di Partai Gerindra, kedua petahananya, Mesra dan Syafruddin Putra Dt Sungguno, ditekan oleh caleg pendatang baru, Rony Mulyadi Dt Bungsu. Selisih suara mereka juga terpaut sangat jauh. Jadi, kecil kemungkinan Mesra ataupun Syafruddin Putra bisa merasakan lagi kursi empuk DPRD Sumbar.

Di PKS pun, juga tampak adanya kemungkinan perombakan. Budiman Dt Malano Garang yang menjadi petahananya, kini sudah dilangkahi perolehan suaranya oleh Syofian Hendri. Begitupun dengan petahana Partai NasDem, Taufik Syahrial Tarjok. Ia bahkan berada jauh di bawah rival separtainya yang mendapat suara terbanyak saat ini. (lihat grafis)

Photo
Photo

Hasil Penelitian: Potensi Wajah Baru

Peneliti politik dari Lembuti Konsultan di Padangpanjang menganalisa 11 kursi DPRD Sumbar dari Dapil 6 Sumbar, memang berpotensi diduduki wajah-wajah baru.

Analis Politik Lembuti Konsultan, Handre Susahar mengaku potensi tersebut berdasarkan hitung cepat (quick count) yang dilakukannya bersama tim dari 3087 TPS yang terdapat di dapil yang meliputi Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Dharmasraya.

“Berdasarkan D1 kecamatan yang berhasil dihimpun, terlihat Golkar di posisi teratas berpotensi kuat raih dua kursi dengan mencatatkan perolehan suara sebanyak 71.492 dan diikuti PAN dengan perolehan 67.542 suara,” beber Handre didampingi Hazi Zulhakim, Selasa (27/2) kemarin siang.

“Terjadi pergeseran dua hari belakangan untuk pertai dengan satu kursi yakni, PKS sudah mencatatkan 62. 451 suara, disusul Gerindra 61.573 suara dan Nasdem dengan 61.232 suara). Selanjutnya PDIP (56.143 suara), Demokrat (48.500 suara), PKB (33.167 suara) dan PPP (26.638),” sambungnya.

Hazi menambahkan, juga terjadi potensi pergeseran caleg yang lolos ke parlemen Provinsi Sumbar. Yanki berdasarkan quick count dan analisa yang dilakukan melihat hanya Jefri Masrul dari Partai Demokrat sebagai satu-satunya incumbent (non PAW) yang bertahan. Sedangkan 10 kursi DPRD Sumbar pada Pemilu 2024 yang diperebutkan di Dapil 6 ini, di duduki pedatang baru.

“Berdasarkan catatan kami, pendatang baru yang bakal duduk di DPRD Sumbar pada 2024 ini dari Dapil 6, yakni Zaksai Kasni (Golkar), Zuldafri Darma (Golkar), Deswanto (PAN), Masrizal (PAN), Sofian Hendri (PKS), Roni Mulyadi (Gerindra), Erick Hamdani (Nasdem), Varel Oriano (PDIP), Bagas Panyusunan (PKB).

Sebelumnya perkiraan caleg PPP yang berpotensi duduk yakni Mulyadi, dari D1 yang diimpun juga terlihat adanya potensi caleg perempuan Neldaswenti,” terang Hazi menambahkan.

Handre juga mengatakan jika melihat dinamika politik pada Pemilu 2024 ini, analisis lapangan melihat kecenderungan caleg pendatang baru tidak hanya terkonsentrasi full action di daerah basis, namun juga intens sosialisasi menyeluruh ke semua daerah Dapil.

Sedangkan caleg incumbent, terkesan merasa nyaman dan percaya diri terhadap konstituen di daerah basis masing-masing. “Bisa kita lihat dari perolehan suara di ribuan TPS yang tersebar di Dapil 6 Sumbar ini, caleg pendatang baru merata bias mendapatkan suara pemilih. Sedangkan caleg incumbent dalam perolehan suara hanya menonjol di daerah basis mereka,” pungkas Handre. (apg/wrd)

Editor : Novitri Selvia
#pan #Dapil 6 Sumbar #pileg 2024 #dprd sumbar #golkar #Golkar dan PDIP Ambil Alih Dominasi #pdip