Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melihat Usaha Kuliner Nelly Zahara di Bulan Ramadhan: Omset Turun Drastis, Terpaksa Rumahkan Karyawan

Yoni Syafrizal • Rabu, 19 Maret 2025 | 13:00 WIB

TETAP BERTAHAN: Nelly Zahara bersama ibunya Yusneti tengah mengolah adonan kue dan takjil yang akan dijual di pasa pabukoan Painan, kemarin.(YONI SYAFRIZAL/PADEK)
TETAP BERTAHAN: Nelly Zahara bersama ibunya Yusneti tengah mengolah adonan kue dan takjil yang akan dijual di pasa pabukoan Painan, kemarin.(YONI SYAFRIZAL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Harapan peningkatan transaksi selama bulan Ramadhan ternyata tidak terwujud bagi Nelly Zahara, 42, pemilik usaha kuliner Snack Box yang memproduksi berbagai macam takjil.

Alih-alih mengalami kenaikan, omzet usahanya justru merosot hingga 50% sejak awal Ramadhan. Kondisi ini memaksanya merumahkan dua karyawan untuk mengurangi beban operasional.

“Saya tidak menyangka di bulan Ramadhan tahun 2025 ini daya beli masyarakat sangat menurun. Penurunan ini mencapai 50 persen dari biasanya,” ungkap Nelly kepada Padang Ekspres, Selasa (18/3) di tempat usahanya di Gang Nuri, Nagari Painan Timur, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Kondisi ini memaksa Nelly merumahkan dua orang karyawannya untuk menekan biaya operasional. “Agar usaha memproduksi berbagai aneka kue untuk takjil ini tetap bisa berjalan, terpaksa saya merumahkan dua orang karyawan mulai hari ini,” jelasnya.

Usaha rumahan yang berdiri sejak 2013 ini memproduksi 16 macam jenis kue. Meski sempat diguncang krisis akibat pandemi Covid-19, usaha ini masih bertahan hingga saat ini. Namun, Nelly mengakui bahwa kondisi saat ini justru lebih sulit dibandingkan masa pandemi.

“Bila dibandingkan saat Covid-19 dengan saat ini, kondisi sekarang jauh lebih menurun. Padahal sekarang bulan Ramadhan yang seharusnya transaksi meningkat, namun malah sebaliknya yang terjadi,” keluhnya.

Nelly mengkhawatirkan usahanya terancam tutup jika kondisi ini terus berlangsung. Meningkatnya harga kebutuhan pokok membuat biaya produksi membengkak sementara modal semakin menipis.

“Saya kurang memahami kondisi saat ini. Sebagian besar penduduk Kota Painan adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun jual beli malah menurun. Saya berharap kondisi ini bisa cepat berlalu,” ungkapnya.

Pengurangan Produksi

Akibat penurunan permintaan, Nelly terpaksa mengurangi variasi produksi dari 16 macam kue menjadi hanya tujuh macam, di antaranya risoles, pastel, samosa, martabak tahu, onde-onde wijen, roti jala, dan bihun goreng.

“Walau sudah dikurangi menjadi tujuh jenis, tetap saja tidak terjual habis. Kemarin sebanyak dua kantong kresek besar berbagai jenis kue terpaksa dibuang karena tidak laku,” ujarnya.

Menurut Nelly, awal Ramadhan tahun ini banyak bermunculan pedagang takjil musiman di daerahnya. “Karena tidak laku, banyak yang mundur. Namun saya masih tetap bertahan, sebab usaha ini sudah saya rintis sejak 12 tahun lalu,” tegasnya.

Meski dihadapkan pada kondisi sulit, Nelly tetap serius menjalankan usahanya karena menjadi salah satu andalan ekonomi keluarga. “Saya yakin ini bisa dijadikan sebagai kekuatan ekonomi bagi keluarga,” akunya.

Nelly menduga penurunan daya beli masyarakat disebabkan oleh kondisi ekonomi yang sulit. “Hingga saat ini konsumen saya masih tetap bertahan, walau dengan jumlah belanjaan yang menurun. Ini membuktikan kepercayaan konsumen masih ada,” jelasnya.

Ke depan, Nelly tetap optimis pangsa pasar masih menjanjikan mengingat lokasi usahanya berada di Kota Painan dan dekat dengan banyak perkantoran. Biasanya di bulan Ramadhan, omzetnya bisa mencapai Rp1,5 juta rata-rata setiap hari, namun saat ini turun hingga Rp 750 ribu.

“Karena biaya produksi dan modal yang dikeluarkan juga tinggi, terpaksa saya merumahkan dua karyawan di bulan Ramadhan ini,” jelasnya.

Nelly menambahkan keterbatasan modal usaha dan minimnya peralatan untuk mengolah adonan berbagai aneka kue menjadi kendala yang masih dihadapi.

Dia berharap ada perhatian dari pemerintah melalui berbagai program yang dimiliki agar usahanya bisa tetap bertahan dan kembali menggeliat setelah bulan Ramadhan. (YONI SYAFRIZAL—
Painan)

Editor : Novitri Selvia
#usaha kuliner #Snack Box #Nelly Zahara #Nagari Painan Timur