Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Peternak Ayam Keluhkan Kelangkaan Jagung, Bupati Eka Putra Beri Bantuan Bibit Berkualitas

Nanda Anggara • Senin, 24 Maret 2025 | 13:00 WIB

SILATURAHMI: Bupati Tanahdatar Eka Putra saat berdiskusi dengan para pengusaha dan peternak ayam di Gazebo Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Sabtu (22/3).(DOK PROKOPIM TANAHDATAR)
SILATURAHMI: Bupati Tanahdatar Eka Putra saat berdiskusi dengan para pengusaha dan peternak ayam di Gazebo Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Sabtu (22/3).(DOK PROKOPIM TANAHDATAR)


PADEK.JAWAPOS.COM-Kelangkaan jagung masih menjadi keluhan bagi Masyarakat, khususnya peternak ayam petelur dan pedaging di Kabupaten Tanahdatar.

Langkanya bahan dasar pakan ternak ayam tersebut mengakibatkan harga jagung melambung tinggi, sementara harga telur justru rendah, sehingga banyak peternak mengalami kerugian.

Permasalahan ini mengemuka dalam acara silaturahmi dan diskusi antara Bupati Tanahdatar, Eka Putra dengan para pengusaha dan peternak ayam di Gazebo Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Sabtu (22/3).

Salah satu pengusaha peternakan ayam sukses asal Lintau, Angku Mira menyampaikan kelangkaan jagung telah mengganggu stabilitas harga.

“Saat ini, selain mahal jagung juga mulai langka sehingga kestabilan harga sekarang tidak kondusif. Kami berharap Pemkab Tanahdatar segera menginisiasi proyek ketahanan pangan, khususnya untuk jagung, karena kebutuhan akan bahan ini sangat mendesak bagi kami, para peternak ayam petelur. Selain itu, kami juga membutuhkan penyuluhan dan pendampingan dari dinas terkait terkait budidaya jagung,” ujar Angku Mira.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Eka Putra menyatakan komitmennya untuk mengatasi masalah ini. Pihaknya akan membantu petani jagung dengan bibit yang berkualitas agar ketersedian bahan pakan ternak ayam tercukupi di Tanahdatar.

“Kita usahakan nanti bentuk kelompok tani dimana untuk bibit jagung akan kita berikan kepada kelompok tani ini. Kebutuhan jagung per hari 600 ton dan itu belum bisa terpenuhi oleh petani jagung kita, sehingga harus disuplay dari daerah lain seperti Pasaman, Pesisir Selatan dan yang lainnya. Untuk itu, kita akan memanfaatkan lahan kosong untuk penanaman jagung. Syaratnya, kita harus membentuk kelompok tani yang bekerja sama dengan peternak,” jelas Bupati Eka Putra.

Selanjutnya, Bupati Eka Putra juga menambahkan untuk modal bagi pengusaha yang akan memperluas usahanya juga akan dibantu melalui Bank Nagari.

“Silakan nanti berkoordinasi dengan Bank Nagari, sampaikan saja ke pihak Bank Nagari apa keluhan dan kebutuhannya, Insya Allah nanti akan diakomodir oleh Bank Nagari,” tutup Bupati Eka Putra.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra menyampaikan akan membantu petani jagung maupun pengusaha ayam petelur yang akan memperluas usahanya, karena ini juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja.

Gusti Candra juga mengajak para pengusaha peternak ayam untuk berinvestasi atau menabung di Bank Nagari karena juga akan meningkatkan pendapatan bagi Kabupaten Tanahdatar dan juga akan berimbas bagi pembangunan daerah.

“Tanahdatar merupakan yang terbesar investasinya di Bank Nagari dan terakhir Pemkab Tanahdatar mendapatkan deviden sebesar Rp 26.869.940.199,” ujar Gusti Candra.

Hadir pada acara tersebut, Ketua TP PKK Tanahdatar Lise Eka Putra, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, Direktur Utama Bank Nagari, Kepala Cabang Bank Nagari Batusangkar, Kepala Cabang Bank Nagari Lintau, tokoh masyarakat Lintau Buo, H. Bestari, sekaligus pengusaha ayam peternak dan petelur serta pengusaha ayam peternak dan petelur dari Kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara. (stg)

Editor : Novitri Selvia
#jagung langka #Pemkab Tanahdatar #bank nagari #Gusti Candra #Eka Putra