Laporan—Two Efly, Padang Kuning
Secara beruntun manajemen PT BPR LPN Padang Kuning berhasil mempertahankan trend positif kinerja usahanya. Selain total aset yang terus bertambah, realisasi kredit dan besaran Dana Pihak ketiga yang berhasil dihimpun juga terus meningkat. Capaian positif ini menjadi momentum bagi manajemen PT BPR LPN Padang Kuning untuk terus memacu kinerja positif ditahun 2025.
“Secara kinerja kita ditahun 2024 Alhamdulillah masih mampu mencatatkan pertumbuhan. Total Aset tercapai Rp 18,73 Miliar, realisasi Kredit yang mampu disalurkan sebanyak Rp 14,06 Miliar, Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun sebanyak Rp 13,79 Miliar dan Laba Bersih Usaha yang mampu dibukukan sebesar Rp 234 Juta. Kita targetkan di tahun 2025 seluruh indikator usaha kembali mencatatkan pertumbuhan," ujar Komisaris Utama PT BPR LPN Padang Kuning Amiral kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurut Amiral, berhasilnya manajemen mencatatkan pertumbuhan tak terlepas dari kerja keras dan berjalannya Rencana Bisnis bank yang disusun Bersama para pemegang saham.
Sejumlah indikator usaha terpantau mengalami pertumbuhan. Mulai dari besaran Aset, realisasi Kredit dan Dana Pihak ketiga. Kita targetkan tahun 2025 ini selain terus memacu pertumbuha usaha maka peningkatan Kualitas Aktiv Produktifpun musti dilakukan demi memaksimalkan kinerja laba.
Aset, Dana dan Beban
Dikutip dari laporan keuangan publikasi PT BPR LPN Padang Kuning tahun 2024 tercatat total asset yang mampu dicapai sebanyak Rp 18,73 Miliar. Realisasi Aset ini bertumbuh 3,99 persen secara year on year.
Bertumbuhnya aset sama sama ditopang oleh kinerja kredit dan dana. Total Dana Pihak ketiga yang mampu dihimpun sampai akhir tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 13,76 Miliar atau bertumbuh 3,69 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, kedua sama sama mengkontibusi pertumbuhan. Total dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 11,63 Miliar atau tumbuh 4,49 Miliar sedangkan dana Deposito terhimpun sebanyak Rp 2,16 Miliar.
“Untuk dana kita memang lebih memaksimalkan dana tabungan. Langkah ini kita lakukan untuk menahan laju Cost of fund yang dapat menekan kinerja laba. Dari Rp 13,79 Miliar total dana Pihak ketiga maka 84,32 persennya bersumber dari dana tabungan”, ujar Amiral.
Diskresi Tresurry ini relative berhasil. Jika total Dana Pihak ketiga ditahun 2024 mengalami peningkatan namun sebalik beban bunga atas Dana Pihak Ketiga justru mengalami penurunan. Beban bunga kontraktual yang musti dipikul selama tahun 2024 tercatat sebesar 275 Juta atau turun sebesar 2,48 persen secara year on year.
Kredit dan Pendapatan
Sedikit berbeda dengan kinerja Dana, realisasi Kredit PT BPR LPN Padang Kuning relative konstan. Total kredit yang mampu disalurkan selama tahun 2024 tercatat sebanyak Rp 14,06 Miliar.
Walau kredit bertumbuh konstan namun pendapatan yang berhasil dibukukan justru sebaliknya. Pendapatan Bunga atas kredit yang disalurkan dan penempatan dana pada bank lain mengalami pertumbuhan. Pendapatan bunga kontraktual tercapai Rp 2,47 Miliar atau tumbuh 10,26 persen secara year on year. Sementara itu pendapatan lainnya tercatat sebesar Rp 175 juta.
“Total Pendapatan Operasional (PO) yang berhasil kita bukukan ditahun 2024 sebanyak Rp 2,64 Miliar. Pendapatan Operasional ini bertumbuh 5,17 persen secara year on year. Sementara itu Laba bersih usaha tercapai Rp 234 juta”, ujar Amiral. (*)
Editor : Hendra Efison