Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Tembus Rp 4,5 Juta, Penjualan Meningkat Tajam

ZikriNiati ZN • Senin, 21 April 2025 | 13:30 WIB

MELEJIT: Pembeli saat bertransaksi emas di salah satu toko emas di Kota Pariaman, kemarin.(ZIKRINIATI/PADEK)
MELEJIT: Pembeli saat bertransaksi emas di salah satu toko emas di Kota Pariaman, kemarin.(ZIKRINIATI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas 24 karat kembali melejit hingga mencapai Rp 4,5 juta per emas atau setara 2,5 gram. Meski naik, penjualan emas di salah satu toko di Pasar Pariaman justru meningkat tajam.

“Saat ini terjadi peningkatan penjualan emas di toko saya. Kalau bisa dibilang ya, warga ramai-ramai beli emas. Bahkan banyak yang menyebut mengambil simpanan deposito di perbankan, kemudian membeli emas,” ujar Emilia, pemilik Toko Emas Murni Pasar Pariaman kepada Padang Ekspres, kemarin.

Dikatakan, seminggu lalu harga emas masih di angka Rp 4 juta per emas atau setara 2,5 gram emas, namun saat ini mencapai Rp 4,5 juta. Untuk emas batangan saat ini mencapai Rp 1.800.000 per gram. 

Uniknya, jika sebelumnya kenaikan harga emas membuat konsumen menjual emas simpanan mereka, saat ini sebaliknya, makin banyak konsumen yang membeli emas.

Emilia menyebut rata-rata penjualan emas di tokonya mencapai 50 hingga 100 emas setiap harinya selama sepekan terakhir. Pembeli berasal dari berbagai kalangan baik pedagang, karyawan dan ASN bahkan perantau yang masih berada di kampung juga turut membeli emas dalam jumlah banyak. 

Untuk perhiasan rata-rata warga membeli cincin dan gelang mulai dari lima emas. Pilihan membeli jenis perhiasan ini karena lebih padat dibandingkan jenis perhiasan lainnya. Sementara dari kalangan muda, lebih banyak membeli jenis emas murni batangan karena memang murni untuk investasi.

Emilia menyebut persentase warga yang membeli emas dan menjual emas berbanding 80:20 persen. Mereka yang menjual kembali emas perhiasannya semata karena butuh uang untuk modal berjualan dan pendidikan anak.

Menurutnya, aksi borong emas dari sejumlah warga ini karena konsumen ingin mengamankan nilai uangnya, karena isu ekonomi yang makin turun saat ini.

Endrianita, 56, warga Kampungbaru Pariaman menyebut mengambil tabungan yang direncanakan untuk pendidikan anaknya dengan membeli emas. Kondisi ekonomi yang tidak menentu membuatnya mengambil tindakan ini.

“Tabungan anak direncanakan untuk biaya pendidikannya saat kuliah nanti, dua tahun lagi. Untuk itu saya alihkan saja ke emas karena khawatir nilai rupiah nanti turun terus,” ujarnya.

Ia memilih membeli emas batangan karena memang ia tak begitu suka memakai perhiasan. Emas batangan tersebut juga ia simpan dengan hati-hati dengan menyewa SDB di salah satu perbankan. (nia)

Editor : Novitri Selvia
#Penjualan Meningkat Tajam #emas naik #pasar pariaman #Toko Emas Murni