Ketidakpastian ini memicu lonjakan permintaan terhadap aset safe haven, seperti emas, menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang sangat dinantikan pekan ini.
Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi US$3.337,69 per ounce—level tertinggi sejak 29 April—sebelum akhirnya stabil di angka US$3.330,16 pada pukul 00.18 GMT.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS meningkat 0,5 persen ke level US$3.338,30 per ounce.
Kenaikan harga emas terjadi setelah Trump mengumumkan rencana penerapan tarif 100 persen terhadap film yang diproduksi di luar negeri, memicu kembali kekhawatiran pasar atas potensi perang dagang global.
Trump juga menyampaikan rencana untuk memberlakukan tarif terhadap produk farmasi dalam dua pekan mendatang.
Pelaku pasar kini menyoroti hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu (7/5) waktu setempat, termasuk pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell mengenai arah kebijakan suku bunga AS ke depan.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 4,25 hingga 4,5 persen. Namun, ketidakpastian akibat kebijakan tarif Presiden Trump membuat hasil pertemuan kali ini menjadi penting bagi proyeksi ekonomi global.
Dalam kondisi penuh gejolak dan suku bunga rendah, emas—yang tidak memberikan imbal hasil—umumnya menjadi pilihan investasi yang menarik karena perannya sebagai pelindung nilai.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa kebijakan tarif, pemotongan pajak, dan deregulasi yang diusung Trump dirancang untuk mendorong investasi jangka panjang ke dalam perekonomian AS.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak naik tipis 0,1 persen menjadi US$32,53 per ounce, sedangkan harga platinum tetap di US$959,30 dan palladium tidak berubah di US$940,50.(*)
Editor : Heri Sugiarto