Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bangkitkan Tradisi dan Ekonomi, Festival Juadah 2025 Dapat Apresiasi Wamen UMKM

Rommy Delfiano • Minggu, 11 Mei 2025 | 22:46 WIB

Wamen UMKM Helvi Moraza hadiri Pembukaan Festival Juadah 2025 di Padangpariaman, Sabtu (10/5).(Foto: Humas)
Wamen UMKM Helvi Moraza hadiri Pembukaan Festival Juadah 2025 di Padangpariaman, Sabtu (10/5).(Foto: Humas)
PADEK.JAWAPOS.COM-Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan, Festival Juadah 2025 menjadi ajang pembuktian bahwa tradisi yang dilestarikan dengan baik ternyata mampu membawa nilai tambah secara ekonomi dan kesejahteraan bagi suatu daerah.

“Pelestarian tradisi akan sekaligus membawa nilai tambah ekonomi. Misalnya saja di Festival Juadah 2025 ini terbuka kesempatan bagi UMKM khususnya industri kuliner untuk turut berpartisipasi,” ujar Wamen UMKM Helvi Moraza dalam acara Pembukaan Festival Juadah 2025 di Padangpariaman, Sabtu (10/5).

Helvi secara khusus mendorong agar festival ini dapat digelar secara massal dalam skala yang lebih besar di Sumbar.

Festival Juadah merupakan tradisi dari Sumbar yang populer di era 70-an dan saat ini sudah mulai terlupakan.

Juadah merupakan sekumpulan makanan adat yang terdiri dari kanji, wajik, jalabio, aluo, kipang, dan rambuik-rambuik yang telah disatukan di atas dulang dan disusun rapi.

Juadah biasanya menjadi semacam kiasan dari orangtua laki-laki yang menginginkan kehadiran menantu dengan mengatakan bahwa orangtuanya ingin memakan juadah. Dalam hal ini, juadah biasanya berfungsi sebagai hantaran makanan yang dibawa oleh pihak perempuan kepada pihak laki-laki dalam tradisi pernikahan.

Untuk membangkitkan kembali tradisi ini, Kabupaten Padangpariaman menggelar Festival Juadah 2025 sekaligus dalam rangka membangkitkan gairah UMKM di daerah tersebut.

Wamen Helvi menambahkan, Festival Juadah 2025 menjadi wujud loyalitas masyarakat terhadap budaya lokal yang selama ini dijunjung tinggi oleh nenek moyang.

Dibalut dengan inovasi baru, Festival Juadah sepatutnya menjadi inovasi dalam penyelenggaraan kegiatan daerah yang mengangkat budaya lokal. 

“Keterlibatan UMKM dalam festival ini menjadi nilai penting, sehingga ekonomi di Kabupaten Padangpariaman dapat berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Budaya lokal dan UMKM adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Penggabungan keduanya, sudah dibuktikan dapat menjadi andalan bagi pemerintah daerah,” jelas Wamen Helvi.

Festival Juadah 2025 juga menjadi wajah ekonomi rakyat yang mungkin tak glamor, tapi mampu menghidupi banyak keluarga, sebuah tradisi yang terus hidup, menjadi denyut nadi ekonomi rakyat serta merupakan ruang sosial yang merangkul semua kalangan.

Di tempat sama, Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis, menambahkan bahwa Festival Juadah 2025 menjadi bentuk nyata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman untuk menghidupkan kembali budaya ini.

“Kami bertekad untuk menjadikan Kabupaten Padangpariaman sebagai Kabupaten 100 Festival. Tanpa perlu ada sedikitpun APBD yang keluar untuk kegiatan festival yang digelar,” ujar Azis. (r)

Editor : Heri Sugiarto
#UMKM Sumbar #penggerak ekonomi lokal #ekonomi sumbar #Pelestarian BUdaya Daerah #Helvi Moraza #Wamen UMKM #Festival Juadah 2025