Menurut laporan Reuters, Sabtu 1/11/2025), pedagang emas di India menawarkan diskon hingga USD12 per ons dibandingkan harga domestik resmi yang sudah termasuk pajak impor 6% dan pajak penjualan 3%.
Pada pekan sebelumnya, emas di negara itu masih diperdagangkan dengan premi hingga USD25 per ons.
“Volatilitas harga telah menekan permintaan, dan beberapa investor memilih menjual koin emas yang sebelumnya mereka beli untuk mengambil keuntungan,” kata Ashok Jain, pemilik perusahaan grosir emas Chenaji Narsinghji yang berbasis di Mumbai.
Harga emas domestik India turun menjadi sekitar 121.500 rupee per 10 gram, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi 132.294 rupee awal bulan ini. Di pasar global, harga emas spot juga berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut.
Selama delapan pekan terakhir, perayaan Dhanteras dan Diwali menjadi periode pembelian emas paling sibuk di India karena dianggap membawa keberuntungan. Namun, setelah festival berakhir, jumlah pembeli di toko perhiasan menurun tajam.
“Setelah lonjakan pembelian saat festival, kunjungan ke toko menurun drastis. Banyak perhiasan kini menahan diri untuk menambah stok menjelang musim pernikahan bulan November,” ujar seorang pedagang di Mumbai yang bekerja di bank swasta.
Sementara itu, di China, konsumen utama dunia lainnya, emas diperdagangkan dengan harga setara hingga premi USD4 per ons dibandingkan harga acuan global. Pada pekan sebelumnya, harga emas di China sempat berfluktuasi antara diskon USD20 hingga premi USD8 per ons.
Di Singapura, harga emas bergerak antara harga setara dan premi USD3 per ons, sementara di Hong Kong dijual setara hingga premi USD1,6 per ons.
“Kami melihat peningkatan pembelian dari investor, terutama saat harga turun pekan ini,” kata Brian Lan, Direktur Pelaksana GoldSilver Central yang berbasis di Singapura.
Di Jepang, emas diperdagangkan dengan premi USD1 per ons dibandingkan harga pasar global.(*)
Editor : Heri Sugiarto