Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Investor Ambil Untung, Harga Emas Turun 4% Setelah Sentuh Rekor Tertinggi

Heri Sugiarto • Kamis, 29 Januari 2026 | 23:55 WIB

Harga emas turun 4% dan saham pertambangan tertekan akibat investor ambil untung setelah pecah rekor.(Foto ilustrasi: Gemini AI)
Harga emas turun 4% dan saham pertambangan tertekan akibat investor ambil untung setelah pecah rekor.(Foto ilustrasi: Gemini AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas turun lebih dari 4% pada Kamis malam WIB (29/1/2026), karena investor melakukan aksi ambil untung pasca rekor tertinggi. Namun, harga tetap mencatat bulan terbaik sejak 1980-an di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Spot gold tercatat turun 4,6% menjadi $5.149,99 per ounce pukul 22:48 WIB, setelah sempat menyentuh level $5.594,82.

Futures emas AS untuk pengiriman Februari turun 2,8% menjadi $5.156,20 per ounce.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan pihaknya melihat terjadi aksi ambil untung investor setelah harga emas mencapai rekor tertinggi.

"Kami melihat aksi jual dramatis setelah logam mulia mencetak rekor tertinggi baru-baru ini," katanya dikutip dari Reuters.

Meskipun turun, harga emas spot tetap naik 19% sepanjang Januari dan 3,6% pada minggu ini.

Permintaan Emas Meluas di Tengah Ketidakpastian

Permintaan emas meluas dari investor kripto hingga bank sentral. Managing Director GoldSilver Central Brian Lan menjelaskan, logam mulia berada dalam sorotan investor yang selalu menyukai tempat yang bisa memberikan imbal hasil tinggi.

CEO Tether menyatakan akan mengalokasikan 10%-15% portofolio investasinya ke emas fisik. Sedangkan SPDR Gold Trust, exchange-traded fund terbesar berbasis emas, mencatat kepemilikan hampir tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga pada Rabu (28/1), sementara investor menunggu pengumuman pengganti Ketua The Fed Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir Mei.

Pasar memperkirakan bank sentral akan menurunkan suku bunga berikutnya pada Juni.

Saham Pertambangan Emas dan Perak Anjlok

Saham pertambangan emas dan perak juga mengalami penurunan signifikan pada Kamis. Barrick Mining, Agnico Eagle Mines, Kinross Gold, Newmont, Eldorado Gold, dan AngloGold Ashanti turun masing-masing 4%.

Gold Fields turun 6%, sedangkan saham perak mengalami penurunan lebih besar.

Pan American Silver, Hecla Mining, First Majestic Silver, dan Coeur Mining turun 7%, sedangkan Endeavour Silver merosot 8%.

Saham pertambangan cenderung bereaksi terhadap pergerakan harga logam karena margin keuntungan dan potensi pendapatan masa depan terkait langsung dengan nilai pasar logam yang mereka produksi.

Logam Lain Juga Terdampak

Harga perak spot turun 6,6% menjadi $108,84 per ounce setelah menyentuh $121,64. Logam ini meningkat lebih dari 50% sejak awal tahun akibat defisit pasokan dan aksi beli spekulatif.

Platinum turun 1,7% menjadi $2.650,15 per ounce setelah sempat menyentuh rekor $2.918,80 pada Senin (27/1), sedangkan palladium jatuh 6,7% menjadi $1.935 per ounce.

Pasar perak, platinum, dan palladium relatif kecil dibanding emas atau S&P 500, sehingga rentan terhadap aliran spekulatif. "Harga sepenuhnya terlepas dari permintaan fisik yang kuat," kata Guy Wolf, Kepala Analitik Pasar Marex.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#harga emas #emas #spot gold #geopolitik #harga emas malam ini #PLATINUM #perak #saham pertambangan