Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Menguat Tipis di Asia Pasca Penurunan Tajam Minggu Lalu

Heri Sugiarto • Senin, 2 Februari 2026 | 08:07 WIB

Spot gold menguat tipis di Asia setelah penurunan tajam minggu lalu akibat ketidakpastian kebijakan Fed dan penguatan dolar AS.(Foto ilustrasi: Gemini AI)
Spot gold menguat tipis di Asia setelah penurunan tajam minggu lalu akibat ketidakpastian kebijakan Fed dan penguatan dolar AS.(Foto ilustrasi: Gemini AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas berjangka dan spot stabil di awal perdagangan Asia pada Senin (2/2/2026), setelah pasar logam mulia mencatat penurunan tajam minggu lalu.

Spot gold naik 0,2% ke level $4.870,68 per ounce pada pukul 07:23 WIB, sementara kontrak berjangka emas April melonjak hampir 3% menjadi $4.886,31/oz.

Pada Jumat (30/1/2026), spot gold kehilangan hampir 10% nilainya, turun tajam dari rekor tertinggi hampir $5.600/oz yang dicapai pekan lalu.

Logam mulia lainnya juga menunjukkan rebound, dengan spot silver naik hampir 4% menjadi $87,71/oz dan spot platinum stabil di $2.159,79/oz.

Faktor Penurunan Harga Emas

Analis menyebut penurunan tajam harga emas dipicu oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump yang menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve pengganti Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir Mei 2026.

Pengumuman ini menghapus ketidakpastian utama pasar dan mendorong aksi ambil untung pada harga emas yang mendekati rekor.

Meski demikian, pasar juga mencemaskan potensi kebijakan hawkish Warsh dalam jangka panjang. Warsh, mantan gubernur Fed, mendukung penurunan suku bunga tajam namun menolak operasi pembelian aset besar-besaran.

Analis ANZ mencatat, Warsh dianggap kandidat paling tegas terhadap inflasi, mengurangi kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter dramatis. "Hal ini memicu gelombang penjualan, dengan emas menderita penurunan terbesar dalam empat dekade,” kata dikutip dari Investing.

Pengaruh Dolar dan Prospek Pasar Logam Mulia

Penguatan dolar AS pasca-nominasi Warsh menambah tekanan pada pasar logam mulia. Beberapa posisi ekstrem di pasar opsi, yang terbangun saat emas naik kuat akhir 2025 hingga awal 2026, turut memperbesar penurunan harga.

Meski mengalami kerugian tajam minggu lalu, harga emas tetap mencatat kenaikan hampir 15% sepanjang Januari 2026, didorong oleh permintaan haven akibat ketidakpastian geopolitik global.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#harga emas #emas #spot gold #FED #dolar as #harga emas hari ini