Laporan: Two Efly, Pulau Punjung
Manajemen PT BPR Pulau Punjung kembali menorehkan kinerja terbaiknya. Selain aset yang tumbuh double digit, laba usaha juga berhasil ditingkatkan. Secara agregat, kinerja tahun 2025 melampaui target yang tertuang dalam RBB 2025.
“Alhamdulillah, tahun 2025 ini kita masih mampu menjaga dan mencatatkan pertumbuhan usaha double digit. Total aset tercatat Rp47,07 miliar, realisasi kredit Rp32,64 miliar, dana pihak ketiga Rp36,68 miliar, dan laba bersih usaha sebesar Rp1,01 miliar atau tumbuh 18,96 persen secara year on year. Sementara itu, kualitas aktiva produktif juga meningkat seiring keberhasilan manajemen menekan rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) ke angka 83,15 persen,” ujar Direktur Utama PT BPR Pulau Punjung, Rayondra, yang didampingi direkturnya Angga Eka Pratama kepada Padang Ekspres, Minggu (8/3/2026).
Menurut Rayondra, keberhasilan manajemen mencatatkan pertumbuhan usaha dan melampaui target tidak terlepas dari kerja keras tim serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. Sejumlah langkah strategis yang direncanakan sejak awal tahun 2025 berjalan baik di lapangan dan bermuara pada peningkatan aset, dana, realisasi kredit, serta laba bersih usaha.
Aset dan Dana
Hingga akhir tahun 2025, total aset PT BPR Pulau Punjung tercatat sebesar Rp47,07 miliar. Realisasi aset ini tumbuh 27,54 persen secara year on year. Selain tumbuh signifikan, capaian tersebut juga melampaui target aset dalam RBB dengan realisasi mencapai 118,82 persen.
Pertumbuhan aset yang baik dikontribusikan oleh membaiknya kinerja kredit dan dana pihak ketiga. Total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun selama tahun 2025 tercatat Rp36,68 miliar, tumbuh 31,37 persen secara year on year atau mencapai 117,95 persen dari target RBB.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya berkontribusi terhadap pertumbuhan. Total dana tabungan yang berhasil dihimpun tercatat Rp28,25 miliar atau tumbuh 33,1 persen secara year on year dan juga melampaui target RBB. Sementara itu, dana deposito terhimpun sebesar Rp5,88 miliar atau tumbuh 26,19 persen secara year on year.
“Untuk dana, kita memang lebih banyak bertumpu pada tabungan. Langkah ini diambil untuk mengendalikan cost of fund. Hampir 78 persen total dana pihak ketiga bersumber dari dana tabungan,” ujar Rayondra.
Kredit dan Pendapatan
Sejalan dengan dana pihak ketiga, kinerja kredit PT BPR Pulau Punjung tahun 2025 juga tumbuh double digit. Total kredit yang disalurkan tercatat Rp32,64 miliar atau tumbuh 14,72 persen secara year on year. Secara capaian, realisasi kredit ini juga melampaui target yang tertuang dalam RBB.
Membaiknya kinerja kredit berdampak pada peningkatan pendapatan. Pendapatan bunga yang berhasil dibukukan selama tahun 2025 tercatat Rp5,88 miliar atau tumbuh 18,07 persen secara year on year. Sementara itu, pendapatan lainnya tercatat sebesar Rp35 juta.
“Total pendapatan operasional yang berhasil kita bukukan selama tahun 2025 tercatat Rp6,88 miliar atau tumbuh 13,71 persen secara year on year,” ucap Rayondra.
BOPO dan Laba
Pencapaian usaha yang baik juga diimbangi dengan peningkatan kualitas aktiva produktif. Sepanjang tahun 2025, manajemen mampu menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan usaha. Hal ini terlihat dari membaiknya rasio BOPO. Per 31 Desember 2025, rasio BOPO tercatat 83,15 persen. Capaian ini tergolong baik untuk lembaga keuangan sekelas BPR.
“Aset yang tumbuh, kredit yang meningkat, dan biaya yang terkendali bermuara pada peningkatan kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp849 juta pada tahun 2024 menjadi Rp1,01 miliar pada tahun 2025. Capaian laba ini tumbuh 18,91 persen secara year on year dan juga melampaui target dalam RBB,” tutup Rayondra.
Sementara itu, Komisaris Utama PT BPR Pulau Punjung Rosdaniar dan pemegang saham pengendali Zulfikar mengapresiasi kinerja manajemen PT BPR Pulau Punjung.
“Tak mudah menghasilkan kinerja terbaik bagi sebuah industri keuangan di saat makroekonomi sangat sulit seperti tahun 2025. Apa yang dicapai tahun 2025 harus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang. Untuk itu kami meminta manajemen bisa bekerja lebih keras lagi pada tahun-tahun mendatang,” ujar Zulfikar yang juga merupakan owner Kali Dareh Grup.
Berdasarkan data yang dihimpun Padang Ekspres, PT BPR Pulau Punjung merupakan salah satu BPR yang beroperasi di wilayah Kabupaten Dharmasraya. Secara lokasi, BPR ini berada di kawasan strategis karena terletak di ibu kota kabupaten.
Sebagai lembaga keuangan, BPR Pulau Punjung pada masa lalu sempat mengalami fluktuasi usaha. Namun dalam dua tahun terakhir, perseroan berhasil bangkit dan mencatatkan lompatan kinerja.(***)
Editor : Hendra Efison