Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melirik Kinerja PT BPR Prima Mulia Anugrah: Aset Tumbuh 24,61%, Laba Naik 14,55%

Two Efly • Rabu, 11 Maret 2026 | 06:00 WIB

Kika : Zalfitrin (komisaris), Maya Devita Azwar Anas (komut, Desi Susanti (Dirut) dan Yoki Fauzan (Direktur).
Kika : Zalfitrin (komisaris), Maya Devita Azwar Anas (komut, Desi Susanti (Dirut) dan Yoki Fauzan (Direktur).
Aset bertambah, kredit meningkat, dan laba bersih usaha pun menebal. Itulah yang terlihat dari kinerja PT BPR Prima Mulia Anugrah (PMA) pada tahun 2025. Total aset tercatat Rp44,20 miliar, realisasi kredit sebesar Rp30,40 miliar, dana pihak ketiga Rp33,55 miliar, dan laba bersih usaha naik dari Rp701 juta menjadi Rp803 juta atau tumbuh 14,55 persen secara year on year.

Laporan: Two Efly, Solok

Perlambatan ekonomi pada tahun 2025 masih mampu disiasati dengan baik oleh manajemen PT BPR Prima Mulia Anugrah. Buktinya, seluruh indikator kinerja bertumbuh dua digit, mulai dari aset, penyaluran kredit, dana pihak ketiga, hingga laba bersih usaha. Tidak hanya itu, kualitas aktiva produktif pun mampu ditingkatkan seiring membaiknya kualitas kredit dan pengendalian biaya.

“Alhamdulillah, tahun 2025 PT BPR PMA masih mampu menorehkan pertumbuhan usaha. Secara agregat, pertumbuhan usaha tercapai dua digit dan mampu mencapai target yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Total aset tercatat Rp44,20 miliar, realisasi kredit sebesar Rp30,40 miliar, dana pihak ketiga Rp33,55 miliar, dan laba bersih usaha naik dari Rp701 juta menjadi Rp803 juta atau tumbuh 14,55 persen secara year on year. Sementara itu, rasio NPL berhasil ditekan ke angka 2,53 persen dan rasio BOPO diturunkan hingga 83,02 persen,” ujar Direktur Utama PT BPR Prima Mulia Anugrah, Desi Susanti, didampingi direkturnya Yoki Fauzan, kepada Padang Ekspres.

Menurut Desi, pertumbuhan kinerja usaha yang mencapai dua digit tidak terlepas dari kerja keras tim. Sejumlah rencana strategis yang dirancang di awal tahun dapat diaplikasikan di lapangan dengan baik, mulai dari ekspansi kredit, penghimpunan dana pihak ketiga, hingga pengendalian biaya. Hal inilah yang bermuara pada pertumbuhan usaha dan peningkatan laba bersih tahun berjalan.

Aset dan Dana

Dari laporan keuangan publikasi tahun 2025, terpantau total aset PT BPR Prima Mulia Anugrah sebesar Rp44,20 miliar. Capaian aset ini tumbuh 24,61 persen secara year on year dan berhasil melampaui target RBB.

Pertumbuhan total aset turut dikontribusikan oleh membaiknya kinerja kredit dan dana pihak ketiga. Hingga akhir tahun 2025, total dana pihak ketiga tercatat Rp33,55 miliar atau tumbuh 33,46 persen secara year on year.

Dari dua produk penghimpunan dana, keduanya sama-sama tumbuh. Total dana tabungan yang dihimpun selama tahun 2025 tercatat Rp19,28 miliar atau tumbuh 39,40 persen secara year on year. Sementara itu, dana deposito yang dihimpun tercatat Rp14,26 miliar atau tumbuh 26,19 persen dibandingkan tahun 2024.

Kredit dan Pendapatan

Sejalan dengan dana pihak ketiga, realisasi kredit PT BPR Prima Mulia Anugrah juga tumbuh signifikan pada tahun 2025. Total kredit yang disalurkan selama tahun 2025 tercatat Rp30,40 miliar. Capaian ini tumbuh 25,15 persen dan berhasil melampaui target yang tertuang dalam RBB.

Pertumbuhan kredit tersebut berdampak positif terhadap pendapatan. Pendapatan bunga yang dibukukan selama tahun 2025 tercatat sebesar Rp5,95 miliar atau tumbuh 31,92 persen. Sementara itu, pendapatan lainnya sebesar Rp920 juta atau tumbuh 53,58 persen.

“Total pendapatan operasional yang dibukukan sepanjang tahun 2025 tercatat Rp6,87 miliar. Capaian ini tumbuh 34,44 persen secara year on year dan juga melampaui target RBB,” ucap Desi.

NPL, BOPO, dan Laba

Selain menorehkan pertumbuhan usaha, manajemen PT BPR Prima Mulia Anugrah pada tahun 2025 juga berhasil meningkatkan kualitas aktiva produktif. Hal ini terlihat dari membaiknya kualitas kredit dengan capaian rasio Non-Performing Loan (NPL) di angka 2,53 persen.

Baca Juga: Jembatan Gantung Lubuk Botung Dharmasraya Resmi Dibuka, Bagian Program 200 Jembatan Nasional

Begitu pula dengan tata kelola biaya. Sepanjang tahun 2025, manajemen mampu menerapkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan biaya. Indikator ini selaras dengan menurunnya rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) ke angka 83,02 persen.

“Aset yang tumbuh, kredit yang meningkat, dan pendapatan operasional yang bertambah inilah yang bermuara pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp701 juta pada tahun 2024 menjadi Rp803 juta pada tahun 2025. Capaian ini tumbuh 14,55 persen secara year on year dan juga mencapai target RBB,” ujar Desi.

Berdasarkan data Padang Ekspres, PT BPR Prima Mulia Anugrah merupakan salah satu BPR yang beroperasi di Kota Solok. BPR berdiri pada 27 Februari 2013. Dalam momentum ulang tahun ke-13, manajemen menggelar syukuran dan buka puasa bersama.

Secara kepemilikan, PT BPR Prima Mulia Anugrah mayoritas sahamnya dimiliki Maya Devita Azwar Anas. BPR ini juga tercatat konsisten berkinerja baik dalam lima tahun terakhir. Sejumlah penghargaan pun berhasil diraih, antara lain Infobank Award dan Top 100 The Best Finance.(***)

Editor : Hendra Efison
#aset BPR PMA Solok #kinerja BPR Prima Mulia Anugrah 2025 #laba BPR Prima Mulia Anugrah #pertumbuhan kredit BPR PMA