PADEK.JAWAPOS.COM-Harga minyak dunia menguat tipis dalam perdagangan Asia pada Kamis (7/5/2026) setelah anjlok lebih dari 7 persen sehari sebelumnya di tengah harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Dikutip dari Investing, harga Brent untuk kontrak Juli naik 0,9 persen menjadi USD102,14 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,3 persen ke USD96,24 per barel pada pukul 08.18 WIB.
Kenaikan terjadi setelah pasar menilai perkembangan negosiasi antara Washington dan Teheran di ambang kesepakatan penting untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, kedua kontrak minyak turun lebih dari 7 persen pada Rabu setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan.
Axios melaporkan Gedung Putih mendekati kesepakatan dengan Iran melalui memorandum of understanding satu halaman yang ditujukan untuk mengakhiri perang.
Laporan itu menyebut Washington menunggu respons Teheran dalam 48 jam. Negosiasi tersebut disebut sebagai titik terdekat kedua pihak menuju kesepakatan sejak konflik dimulai.
Juru bicara kementerian luar negeri Iran yang dikutip kantor berita ISNA mengatakan Teheran akan menyampaikan tanggapan atas proposal Amerika Serikat.
Pasar minyak juga terus memantau perkembangan di Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global.
Kenaikan harga minyak pada Kamis tertahan oleh data persediaan minyak Amerika Serikat dari Energy Information Administration (EIA). Lembaga itu melaporkan stok minyak mentah komersial AS, di luar cadangan strategis, turun 2,3 juta barel pada pekan yang berakhir 1 Mei menjadi 457,2 juta barel.
Penurunan tersebut lebih kecil dibanding perkiraan analis sebesar 3,4 juta barel.
EIA juga melaporkan persediaan bensin turun 2,5 juta barel. Sementara stok distilat, termasuk diesel dan minyak pemanas, turun 1,3 juta barel.
Laporan itu turut menunjukkan ekspor minyak AS tetap kuat di tengah gangguan aliran energi dari Timur Tengah.(*)
Editor : Heri Sugiarto