Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Selama Puluhan Tahun Terbang Kosong, Pesawat Garuda Penjemput Haji Kini Bawa 393 Jemaah Umrah dari Padang

Hendra Efison • Selasa, 16 Juni 2026 | 21:00 WIB

 

Pesawat Boeing 737 Garuda Indonesia bersiap lepas landas di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, mengangkut 393 jemaah umrah menuju Madinah, Arab Saudi, Selasa (16/6/2026). (FB Andri Mardiansyah)
Pesawat Boeing 737 Garuda Indonesia bersiap lepas landas di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, mengangkut 393 jemaah umrah menuju Madinah, Arab Saudi, Selasa (16/6/2026). (FB Andri Mardiansyah)

PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Sebanyak 393 jemaah umrah berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, menuju Madinah, Arab Saudi, Selasa (16/6/2026) dini hari. Keberangkatan ini mencatat sejarah baru karena menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang selama ini terbang kosong saat berangkat menjemput jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Penerbangan tersebut menjadi bagian dari dimulainya musim umrah 1448 Hijriah. Untuk pertama kalinya, Arab Saudi membuka penyelenggaraan umrah ketika operasional haji masih berlangsung dan ribuan jemaah haji Indonesia masih berada di Makkah maupun Madinah.

Keberangkatan rombongan umrah dari Padang dilepas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat M. Rifki bersama jajaran, Manajer Station Garuda Indonesia Padang Rusdi Saad, perwakilan Bea Cukai, Angkasa Pura, dan pimpinan biro perjalanan Sianok Holiday.

Menurut Rifki, momentum tersebut bukan sekadar keberangkatan jemaah umrah perdana dari Sumbar, tetapi juga menjadi penanda perubahan besar dalam tata kelola transportasi haji dan umrah Indonesia.

"Hari ini kita melepas keberangkatan jemaah umrah perdana tahun 1448 Hijriah dari Padang. Yang istimewa, keberangkatan ini menggunakan pesawat haji yang akan menjemput jemaah haji Indonesia di Madinah," kata Rifki.

Musim Umrah 1448 H Hadirkan Terobosan Baru

Rifki menjelaskan, selama puluhan tahun penyelenggaraan ibadah haji berlangsung, pesawat yang diberangkatkan ke Arab Saudi untuk menjemput jemaah haji umumnya terbang tanpa membawa penumpang dari Indonesia.

Kini pola tersebut berubah. Pesawat yang berangkat menuju Arab Saudi dapat dimanfaatkan untuk mengangkut jemaah umrah sehingga kapasitas penerbangan menjadi lebih optimal.

Menurut dia, langkah itu sejalan dengan visi Kementerian Haji dan Umrah dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang lebih efisien dan berkelanjutan.

"Pesawat yang akan menjemput jemaah haji itu langsung membawa jemaah umrah dari Indonesia. Jadi pesawat tidak berangkat dalam keadaan kosong. Ini sesuai dengan visi Kementerian Haji dan Umrah untuk membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang memberikan manfaat lebih luas," ujarnya.

Selain meningkatkan efisiensi operasional penerbangan, skema baru tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap biaya perjalanan yang dibayarkan masyarakat.

Dorong Efisiensi dan Nilai Tambah Ekonomi

Rifki mengatakan ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak hanya berbicara tentang pelayanan ibadah. Konsep tersebut juga mendorong pemanfaatan seluruh rantai operasional agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

Menurut dia, setiap proses dalam penyelenggaraan haji dan umrah perlu dimanfaatkan secara maksimal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak.

"Mudah-mudahan langkah ini dapat membantu meringankan biaya umrah yang dibebankan kepada jemaah. Di sisi lain, pemanfaatan pesawat secara optimal juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi negara," katanya.

Perubahan pola operasional itu sekaligus menandai berakhirnya kebiasaan lama yang selama ini menempatkan penyelenggaraan umrah setelah seluruh proses haji selesai.

Kini, jemaah umrah dapat berangkat lebih cepat tanpa harus menunggu pemulangan seluruh jemaah haji dari Arab Saudi.

Garuda Siap Layani Jemaah Haji dan Umrah

Sementara itu, Manajer Station Garuda Indonesia Padang Rusdi Saad mengatakan pesawat yang membawa 393 jemaah umrah tersebut selanjutnya akan bertugas melayani pemulangan jemaah haji Indonesia dari Madinah.

Ia berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kemudahan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

"Kita doakan seluruh jemaah diberikan kesehatan, perjalanan yang lancar, dapat melaksanakan ibadah umrah dengan baik, dan kembali ke Tanah Air dengan membawa umrah yang mabrur," ujar Rusdi.

Keberangkatan 393 jemaah umrah dari Padang tidak hanya menjadi pembuka musim umrah 1448 Hijriah. Lebih dari itu, momentum tersebut menandai lahirnya model baru penyelenggaraan haji dan umrah yang mengedepankan efisiensi operasional, pemanfaatan armada secara optimal, dan penguatan ekosistem ekonomi haji Indonesia.(*)

Editor : Hendra Efison
#pesawat Garuda penjemput haji #393 jemaah umrah Padang #musim umrah 1448 H #jemaah umrah Sumbar #Garuda Indonesia Madinah