PADEK.JAWAPOS.COM—PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mempercepat transformasi bisnis sebagai respons atas tekanan yang masih membayangi industri semen nasional. Program yang berjalan sejak 1 Juli 2025 itu dinilai mulai menunjukkan hasil positif dan akan terus diperkuat melalui tiga strategi utama.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan transformasi menjadi langkah penting agar perusahaan tetap mampu bersaing di tengah kondisi industri yang semakin menantang. Dalam setahun terakhir, berbagai perubahan yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan.
"Selama satu tahun pelaksanaan transformasi, kita telah melihat adanya perbaikan nyata terhadap kinerja perusahaan. Karena itu, transformasi harus terus dipercepat dan diperluas agar SIG semakin kuat menghadapi tantangan ke depan," kata Indrieffouny saat memimpin upacara HUT ke-68 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang dari Belanda di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (6/7/2026).
Ia menilai tantangan industri semen semakin kompleks. Selain persaingan yang makin ketat, perusahaan juga dihadapkan pada perubahan kondisi ekonomi global yang menuntut setiap organisasi bergerak lebih cepat dan adaptif.
Karena itu, seluruh jajaran perusahaan, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, staf pimpinan, karyawan hingga Serikat Pekerja diminta menjaga kekompakan dalam menjalankan transformasi.
"Koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi harus terus diperkuat. Integritas juga harus dijunjung tinggi dalam setiap aktivitas perusahaan," ujarnya.
Perkuat Pasar dan Efisiensi
Indrieffouny menjelaskan, transformasi SIG bertumpu pada tiga strategi, yakni Go to Market, Cost Leadership, dan Business Derivative.
Melalui strategi Go to Market, perusahaan tidak hanya mengejar peningkatan penjualan, tetapi juga memperluas jangkauan pasar dengan memperkuat bisnis ritel, jaringan distribusi, kualitas layanan, serta pemanfaatan teknologi digital.
Di sisi lain, SIG juga meningkatkan pendekatan kepada pelanggan proyek, BUMN, pemerintah, dan sektor swasta melalui penguatan corporate sales.
"Kita tidak hanya menjual semen, tetapi menawarkan solusi menyeluruh yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sehingga mampu membangun hubungan bisnis jangka panjang," katanya.
Strategi berikutnya adalah Cost Leadership yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi di seluruh lini perusahaan. Menurut Indrieffouny, efisiensi tidak cukup dilakukan melalui penghematan biaya, tetapi juga harus lahir dari inovasi dan kolaborasi.
"Efisiensi harus menjadi cara berpikir seluruh insan SIG. Kita harus mampu menjadi perusahaan yang paling efisien di tengah hadirnya pemain-pemain baru," ujarnya.
Sementara itu, Business Derivative difokuskan pada pengembangan berbagai solusi bahan bangunan dan produk turunannya. Diversifikasi tersebut diharapkan dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bisnis semen konvensional.
Semangat HUT ke-68 Jadi Pengingat
Di tengah pelaksanaan transformasi, SIG masih menghadapi berbagai tantangan eksternal. Indrieffouny menyebut kelebihan pasokan (oversupply) semen nasional, ketidakpastian geopolitik global, serta pasokan batu bara, bahan bakar minyak (BBM), dan energi menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi industri.
Meski demikian, ia optimistis perusahaan mampu melewati situasi tersebut apabila seluruh insan SIG tetap menjaga soliditas dan bekerja dengan semangat yang sama.
Bagi Indrieffouny, peringatan HUT ke-68 Pengambilalihan Pabrik PT Semen Padang dari Belanda bukan hanya agenda tahunan perusahaan. Momentum itu menjadi pengingat atas perjuangan para pendahulu yang berhasil meletakkan fondasi industri strategis nasional.
"Semangat perjuangan para pendahulu harus terus dilanjutkan melalui dedikasi, profesionalisme, inovasi, serta komitmen memberikan nilai tambah bagi bangsa," katanya.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan semangat pengambilalihan pabrik dari Belanda harus menjadi energi bagi seluruh insan perusahaan untuk terus berbenah.
Menurutnya, industri semen memang sedang menghadapi tekanan, tetapi transformasi yang dijalankan perusahaan diyakini menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing di masa depan.
"Makna peringatan ini adalah bagaimana kita terus bertransformasi. Kita sama-sama mengetahui bahwa industri semen saat ini berada dalam tekanan. Namun, dengan kebersamaan, insyaallah kita mampu bangkit," ujar Win.(*)
Editor : Hendra Efison