Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tomi dan Vivi, Penjaga Literasi dari Pasar Raya Padang di Tengah Mahalnya Harga Buku

Mengki Kurniawan • Selasa, 28 Oktober 2025 | 21:27 WIB

Vivi memperlihatkan beberapa buku koleksi di toko buku Isyana yang ia kelola bersama suaminya, Tomi Ramadhan, di Pasar Bertingkat Lt II Petak 16, Pasar Raya Padang. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks).
Vivi memperlihatkan beberapa buku koleksi di toko buku Isyana yang ia kelola bersama suaminya, Tomi Ramadhan, di Pasar Bertingkat Lt II Petak 16, Pasar Raya Padang. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks).
Di tengah mahalnya harga buku dan rencana pajak baru, sepasang suami istri di Kota Padang menjaga api literasi tetap menyala dari toko sederhana mereka.

PADEK.JAWAPOS.COM—Di lorong sempit kawasan Pasar Raya Padang, aroma kertas dan tinta buku masih setia menyapa setiap pengunjung yang melangkah masuk ke sebuah toko kecil.

Di sana, Tomi Ramadhan (36) tampak sibuk menata tumpukan buku bekas di atas rak kayu. Di sisi lain, sang istri, Vivi Andriani (34), melayani pembeli yang tengah memilih novel klasik berharga puluhan ribu rupiah saja.

Toko yang mereka kelola bukan sekadar tempat jual beli buku. Bagi banyak pelajar dan mahasiswa, tempat ini adalah oase literasi di tengah mahalnya harga buku di toko modern dan wacana pengenaan pajak buku yang kian mencemaskan.

“Buku di sini bisa sampai 70 persen lebih murah dari toko besar,” tutur Vivi dengan senyum sederhana. “Kami ingin semua orang tetap bisa baca, tanpa harus mikir harga.”

Warisan dari Masa Lalu

Usaha ini bukan baru berdiri. Sejak 2012, Tomi—pemuda asli Tunggul Hitam, Kota Padang—meneruskan toko buku keluarganya yang telah lebih dulu berjualan di pasar yang sama.

Bersama Vivi, perempuan asal Tanjuang Alam, Tanahdatar, mereka kini menetap di Tunggul Hitam bersama dua anaknya, Shezi Vidia Ramadhani (kelas 5 SD) dan Isyana Vidia Adha (kelas 1 SD).

Meski sederhana, toko ini menawarkan ragam bacaan yang lengkap: komik, novel, buku pelajaran, koran, hingga majalah.

Buku baru mereka datangkan langsung dari pemasok di Semarang, sementara buku bekas dibeli dari masyarakat yang datang menjual koleksinya.

“Kami beli sesuai kondisi buku. Kalau masih bagus, bisa dijual lagi dengan harga terjangkau,” jelas Tomi.

Harga Miring, Semangat Tinggi

Daya tarik utama toko ini memang pada harganya. Untuk beberapa judul populer, harga bisa 50 persen lebih murah dibandingkan toko buku besar.

Baca Juga: Biaya Haji Turun, Tambahan Rata-rata Rp 29 Jutaan

Tak heran, mahasiswa dan pencinta novel kerap menjadikan toko ini sebagai tempat berburu buku murah.

“Buku perkuliahan dan novel paling laris,” ujar Vivi. “Kadang mereka datang bareng teman kuliah, dan betah lama-lama di sini.”

Selain melayani pembelian langsung, Tomi dan Vivi juga mencoba menjangkau pasar daring lewat e-commerce.

Namun, bagi banyak pelanggan, sensasi hunting buku langsung tetap tak tergantikan.

“Banyak yang bilang, vibes-nya beda. Ada nuansa masa lalu yang bikin rindu,” kata Vivi sambil tertawa kecil.

Menjual Buku, Menebar Manfaat

Setiap hari toko buka pukul 09.30 pagi hingga 18.00 sore. Di balik tumpukan buku dan sempitnya ruang, tersimpan kisah perjuangan yang tulus.

“Omset kadang naik turun. Kalau ramai bisa sampai sejuta, kalau sepi di bawah lima ratus ribu,” ungkap Vivi.

“Tapi kami bersyukur, karena usaha ini bukan cuma cari nafkah, tapi juga bantu anak-anak muda dapat ilmu tanpa terbebani harga.”

Dengan biaya sewa tempat sekitar Rp5 juta per tahun, keluarga kecil ini terus bertahan di tengah derasnya arus digitalisasi dan mahalnya biaya cetak buku.

Di tengah isu pajak literasi, mereka justru menjadi pengingat bahwa semangat membaca tidak selalu bergantung pada kemampuan membeli—melainkan pada keinginan berbagi.

Dari sudut kecil di Pasar Raya Padang, Tomi Ramadhan dan Vivi Andriani membuktikan bahwa literasi bisa tumbuh di mana saja, selama ada niat tulus untuk menyalakannya. (Mengki Kurniawan/CR3)

Editor : Hendra Efison
#literasi Sumatera Barat #Tomi Ramadhan #buku murah #toko buku Padang