Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Demi Moore Bangkit Lewat “The Substance”: Performa Comeback Terkuat Sepanjang Kariernya

Rafiul Refdi • Rabu, 12 November 2025 | 20:23 WIB

Film The Substance garapan Coralie Fargeat mengguncang Cannes 2024. Dibintangi Demi Moore, horor sosial ini kritik tajam terhadap obsesi kecantikan. (foto: kino avant-garde)
Film The Substance garapan Coralie Fargeat mengguncang Cannes 2024. Dibintangi Demi Moore, horor sosial ini kritik tajam terhadap obsesi kecantikan. (foto: kino avant-garde)
PADEK.JAWAPOS.COM —Film The Substance karya sutradara asal Prancis Coralie Fargeat menjadi salah satu karya paling kontroversial sekaligus diperbincangkan sepanjang 2024.

Menurut Variety, film ini tayang perdana di Festival Film Cannes 2024 dan berhasil meraih penghargaan Best Screenplay berkat naskahnya yang berani dan provokatif.

Dibintangi oleh Demi Moore, Margaret Qualley, dan Dennis Quaid, film ini mengisahkan Elisabeth Sparkle (Demi Moore), bintang Hollywood paruh baya yang terobsesi untuk kembali muda.

Ia mencoba program rahasia bernama “The Substance”, cairan misterius yang memungkinkan seseorang menciptakan versi muda dari dirinya sendiri.

Namun, eksperimen itu justru berujung pada kekacauan identitas dan penderitaan fisik yang brutal.

Dalam wawancara dengan The Guardian, Coralie Fargeat menyebut film ini sebagai “metafora ekstrem tentang bagaimana masyarakat menuntut perempuan untuk selalu muda dan sempurna.”

Ia menegaskan bahwa kekerasan visual dalam film bukan sekadar shock value, melainkan representasi nyata dari tekanan sosial terhadap tubuh perempuan.

Secara visual, The Substance memanfaatkan efek praktikal intens tanpa CGI.

IndieWire mencatat bahwa teknik tersebut menonjolkan sensasi fisik yang nyata dan mengingatkan pada gaya body horror klasik karya David Cronenberg seperti The Fly dan Videodrome.

Performa Demi Moore mendapat pujian luas dan disebut sebagai “comeback paling kuat dalam kariernya” oleh Los Angeles Times.

Ia berhasil memerankan sosok perempuan yang terjebak di antara ketenaran, kehancuran diri, dan rasa takut akan dilupakan.

Konflik antara versi muda (Margaret Qualley) dan versi tua (Demi Moore) menjadi inti narasi.

Collider menggambarkan hubungan keduanya “seperti cermin yang saling menghancurkan,” simbol dari benturan antara keaslian dan citra buatan industri hiburan.

Musik garapan Raffertie memperkuat suasana tegang dengan nada-nada industrial yang menciptakan atmosfer tak nyaman.

Setiap adegan terasa seperti mimpi buruk yang menggambarkan kegilaan manusia terhadap kesempurnaan fisik.

Meskipun tidak ditujukan untuk semua penonton, The Substance mendapat pujian luas karena keberaniannya menggabungkan isu gender, kapitalisme tubuh, dan eksistensialisme ke dalam narasi horor.

The Hollywood Reporter menyebutnya sebagai “salah satu film horor paling relevan di era modern.”

Film ini dirilis secara global pada Oktober 2024, mencatat pendapatan pembukaan sekitar US$ 8 juta di Amerika Serikat.

Meski tidak besar secara komersial, film ini menjadi fenomena di kalangan pecinta sinema arthouse dan penggiat feminisme kontemporer.

Dengan naskah yang tajam, visual yang menantang, dan pesan sosial yang menggugah, The Substance berdiri sebagai salah satu film horor paling penting dalam dekade terakhir — bukan hanya karena kengerian visualnya, tetapi karena keberaniannya menelanjangi obsesi manusia terhadap citra dan usia.(CC5)

Editor : Hendra Efison
#Demi Moore #The Substance #film horor 2024 #Festival Film Cannes